Menanggapi isu terkait dirinya, khususnya tudingan rasisme karena membela hak kesulungan orang asli Papua, BTM memberikan klarifikasi tegas.
“Hak kesulungan bukanlah tindakan rasis. Ini adalah bentuk afirmasi yang dijamin dalam Undang-Undang Otonomi Khusus. Semua warga Nusantara di Papua adalah saudara, tapi anak adat memiliki hak yang harus dihormati,” tandasnya.
BTM juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) mendatang serta aktif mengawal proses demokrasi dengan damai dan bermartabat.
“Jangan takut. Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan. Pilkada ini adalah pesta rakyat. Jangan biarkan ada intimidasi dari siapa pun,” pungkasnya. (rel)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi program yang menyentuh kebutuhan…
Dalam tiga hari terakhir, Bupati Yunus Wonda turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang terdampak banjir. Dari…
“Forum ini menjadi strategis karena pemerintah daerah menyadari tanggung jawabnya untuk memberikan ruang bagi masyarakat…
Pemerintah Kabupaten Sarmi di bawah pimpinan Bupati Sarmi Dominggus Catue dan Hj.Jumriati bertekad untuk memperbaiki…
“Kita sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan…
Jumlah awak pesawat juga belum dipastikan sepenuhnya karena masih diperiksa lebih lanjut. Namun, petugas melihat…