Categories: SENTANI

Cegah Lebih Dulu dari Hulu

TANAM POHON– Puluhan pemuda melakukan penanaman di pinggiran Kali Doyo Baru, Sentani Barat Minggu (19/5) kemarin. ( FOTO : Gamel Cepos )

JAYAPURA–Aksi penanaman pohon di lokasi banjir bandang Sentani masih terus dilakukan. Penanganan banjir tentunya akan lebih tepat bila dimulai dari hulu. Menjaga dari atas agar bisa dipastikan tak ada dampak yang begitu parah di bagian bawah. “Ada 120 bibit pohon dengan berbagai jenis yang kami tanam di pinggiran kali Doyo Baru dan ini menjadi salah satu lokasi terdampak akibat banjir kemarin,”kata Noldi Worone, salah satu koordinator dari Pathfinder, kelompok Pelayanan Pemuda Advent  usai melakukan penanaman pohon di Doyo Baru, Minggu (19/5). 

 Aksi ini diinisiasi kelompok Pathfinder dan diikuti sejumlah kelompok peduli lainnya, diantaranya CPA Hirosi, Forum Komunitas Jayapura orang muda Katolik dan remaja Masjid Darul Ulum. Kata Noldi, pihaknya harus terus mengingatkan warga bahwa perlu ada upaya kepedulian dan keprihatinan yang dilakukan agar masyarakat bisa kembali bangkit dengan  menumbuhkan sikap  peka serta peduli terhadap lingkungan. Noldi menyebutkan, dari semua peserta yang ikut ambil bagian sebagian besar justru mereka yang berstatus ikut menjadi  korban. 

 “Dengan menanam, kami pikir adik-adik ini akan memiliki kepedulian dan rasa bertanggungjawab untuk lingkungan sekitarnya. Upaya kami tentu dampaknya tak seberapa, namun mengajarkan untuk peduli ini yang penting,” kata Noldi. Diungkapkan, setelah berkumpul seluruh peserta mengambil bibit lalu meniti kali menuju kaki gunung Cycloop. Banyak bebatuan besar dan pohon-pohon besar yang tumbang menjadi saksi bisu dashyatnya banjir Sabtu malam tersebut. 

 Tak hanya itu, puing-puing bangunan baik rumah maupun sekolah bahkan gereja juga ada yang rata dengan tanah. “Sedih juga karena ada gereja yang bangunannya tersisa mimbar dan dinding bagian belakang. Kami awalnya bingung, ini bangunan apa tapi setelah dicek ternyata gereja. Ini teguran untuk  kita kembali berpikir, apakah ada yang salah dari sikap kita selama ini terhadap alam,”singkat Ester Baransano, salah satu peserta dari FKJ. (ade/tho)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

5 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

6 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

7 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

8 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

9 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

10 hours ago