

Suasana pelayanan pasien di RSUD Yowari, Rabu (15/12). Manajemen RSUD Yowari nyatakan siap melayani masyarakat selama libur natal dan tahun baru. (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Manajemen RSUD Yowari memastikan kesiapan penuh pelayanan kesehatan dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejak awal Desember, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan guna menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, meski di tengah masa libur panjang.
Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes, menjelaskan bahwa koordinasi internal telah dimulai sejak minggu kedua Desember, Koordinasi tersebut melibatkan seluruh unsur pelayanan dan penunjang rumah sakit untuk mengantisipasi potensi peningkatan kunjungan pasien selama Nataru.
“Sejak minggu kedua Desember, kami sudah melakukan koordinasi dengan seluruh bagian pelayanan dan penunjang. Tujuannya memastikan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi situasi Natal dan Tahun Baru, karena rumah sakit harus berada dalam kondisi siaga penuh,” ujar Maryen, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, masa libur tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas pelayanan kesehatan. Sebaliknya, pelayanan justru harus semakin optimal dan responsif, terutama bagi pasien yang datang melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Kami tegaskan bahwa libur bukan berarti pelayanan terganggu. Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan, bahkan bila perlu ditingkatkan, dengan respons yang cepat terhadap setiap pasien,” tegasnya.
RSUD Yowari memastikan seluruh layanan utama tetap beroperasi penuh, mulai dari IGD, rawat inap, pelayanan maternal dan neonatal, ICU, farmasi, laboratorium, hingga ambulans. Kesiapan tersebut mencakup sumber daya manusia (SDM) dan sarana pendukung.
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…