Categories: SENTANI

15 Warga Wilayah Pembangunan 3 dan 4 Ikuti Pelatihan Mebeler dan Handicraft

SENTANI –Supaya warga di wilayah pembangunan 3 dan 4 Kabupaten Jayapura seperti di Distrik Kemtuk, Kemtuk Gresi dan sekitarnya memiliki ketrampilan dalam memanfaatkan sumber daya alam (SDA), Dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Jayapura memberikan pelatihan mebeler dan handicraft kepada 15 peserta dari 2 wilayah pembangunan itu.

Kegiatan  berlangsung selama 21 hari di Bengkel Praktek SMKN 5 Jayapura. Hal ini dikatakan Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Jayapura Haryanto saat diwawancarai wartawan Cenderawasih Pos, di SMKN 5 Jayapura, Selasa (15/10)kemarin.

Haryanto menjelaskan, potensi SDA khususnya kayu di  wilayah pembangunan 3 dan 4 begitu besar, jika tidak diolah menjadi produk yang jadi seperti mebeler dan handicraft maka rugi, sehingga masyarakat harus diberikan pelatihan membuat mebeler dan handicraft supaya kayu di sana bisa dimanfaatkan, tidak hanya di jual dalam bentuk kayu saja.

Dijelaskan Hariyanto, kenapa ia memilih pelatihan yang dilakukan di bengkel latihan pertukangan di SMKN 5 Jayapura karena di sana dianggap alatnya sudah komplit termasuk instruktur yang melatih juga sudah kompeten.”Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta bisa mempunyai skill dan bisa meningkatkan perekonomian keluarga mereka,”jelasnya.

Di tempat sama, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura, Apolos Lay mengaku ini salah satu langkah yang bagus bagi masyarakat Kabupaten Jayapura khusus para peserta dari wilayah 3 dan 4 karena potensi anak-anak muda di sana banyak, sehingga mereka bisa punya keahlian yang bisa untuk menghidupi diri sendiri atau keluarganya.

Disamping itu, di wilayah 3 dan 4 juga memiliki potensi kayu yang luar biasa tentu bisa dimanfaatkan secara baik untuk usaha dan penghasilan dalam keluarga mereka. “Ini langkah bagus dari Dinas  UMKM dan Koperasi Kabupaten Jayapura yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Kriya Kayu SMKN 5 Jayapura Sudarman mengakui, selama pelatihan 21 hari ke depan, 15 peserta akan diberikan pelatihan mebeler dan handicraft. Setelah itu dibentuk kelompok dengan membuat barang jadi (produk jadi) yang diserahkan setiap kelompok sampai finishing. Selain itu, peserta dibekali pelatihan handicraft supaya bisa memanfaatkan limbah kayu.

Menurutnya, pelatihan selama 21 hari ini akan dimaksimalkan supaya mereka tahu baik secara teori dan praktek. Untuk itu, diharapkan para peserta yang ikut pelatihan bisa mengikuti dari awal hingga akhir, supaya keluar dari pelatihan bisa benar-benar menguasai teori dan praktek dalam membuat mebeler dan handicraft.(dil/ary)

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkot ​Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM Lintas Daerah

   Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…

3 hours ago

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kantor Bupati Boven Digoel Ditahan

Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…

1 day ago

Pemkab Merauke Godok Status Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…

1 day ago

Kebakaran Hutan di Gunung Tembagapura Padam,  Potensi Api Susulan Perlu Diwaspadai

​Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…

1 day ago

TNI Hormati Putusan MK Soal Pidana Umum di Pengadilan Umum

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…

1 day ago

Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai  sejauh ini masih dalam kondisi…

1 day ago