

Klemens Hamo (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Menjelang masa akhir jabatan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura akan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Jepang yang rencananya berangkat pada akhir bulan Mei ini selama 7 hari. Hal ini dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo, Selasa (16/5)kemarin.
Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemen mengatakan, studi banding yang akan dilakukan seluruh anggota DPRD Kabupaten Jayapura ke Jepang ini sebagai apresiasi yang diberikan kepada dewan karena mau mengakhiri masa jabatan dan nantinya di Jepang juga akan ada studi banding belajar, terkait pengelolaan pariwisata dan lainnya yang bisa diterapkan atau ditiru di Kabupaten Jayapura melalui OPD teknis yang ikut.
“Untuk anggaran hampir Rp 2 miliar dan ini sudah disampaikan dimana pada saat nanti pada akhir masa jabatan dewan pasti akan ada kunker ke luar negeri yakni ke Jepang, dengan dibiayai melalui APBD Pemkab Jayapura dan ini sudah masuk dalam Renja yang telah diputuskan DPRD Kabupaten Jayapura,”ucapnya.
Klemen mengatakan, tujuan anggota dewan kenegara Jepang untuk melihat potensi pariwisata, potensi perkebunan dan lapangan kerja dan lainnya. “Kita juga akan meminta ke kepala daerah agar OPD yang bersangkutan mendampingi kita karena setelah pulang dari Jepang ada perwujudan implementasi yang kita kerjakan,”tandasnya.(dil/ary)
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…