Categories: SENTANI

Zona Hijau Normal, Kuning dan Merah Prokes Ketat

Terkait Rencana KBM Tatap Muka di Sekolah 

SENTANI-Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Jayapura akan membuka kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dengan skema tatap muka, namun harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokay mengatakan, keputusan mengenai pelaksanaan KBM dengan skema tatap muka ini sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia bahwa diharuskan semua sekolah kembali melakukan tatap muka di sekolah dengan menerapkan Prokes yang ekstra ketat.

“Kita mengacu kepada edaran Menteri Pendidikan untuk semua sekolah harus bertatap muka di tahun ajaran baru ini,” kata Ted Y. Mokay kepada media ini di Sentani, Rabu (16/6).

Dia mengatakan, terkait dengan rencana KBM tatap muka ini, memang akan dikeluarkan surat edaran Bupati Jayapura, karena  itu juga masih ada hubungannya dengan kebijakan kepala daerah.

“Kita sendiri belum ada edaran Bupati,  kita pasti akan keluarkan edaran Bupati,” ujar mantan Kadis PU Kabupaten Jayapura itu.

Namun demikian, khusus untuk daerah atau sekolah-sekolah yang ada di daerah zona hijau tetap melaksanakan KBM seperti biasa.  Karena hal ini juga didukung dengan jumlah siswa yang tidak sebanyak dengan sekolah-sekolah yang ada di daerah kota yang mana saat ini masih berstatus zona kuning penyebaran Covid-19.

“Misalnya SD itu daya tampungnya 28 orang dalam satu kelas. Rata-rata juga paling sekitar 15-an dan tidak penuh,” jelasnya.

Sedangkan sekolah yang ada di zona  kuning penyebaran Covid-19 ini, pemerintah mengharapkan bisa membatasi jumlah siswa dalam satu kelas dalam sekali pertemuan. Bahkan, dalam setiap kali pertemuan, waktunya juga dibatasi. Jika sebelumnya, satu jam mata pelajaran itu selama 45 menit, namun sekarang dikurangi menjadi 20 sampai 30 menit.

“Dengan demikian dalam satu hari itu, ada 2 rombongan belajar  dalam 1 jam pelajaran. Gurunya mengajar, satu hari dua kali, tapi tidak terjadi penambahan waktu,”jelasnya.

Dia menambahkan, guru juga diharapkan mengawasi setiap anak dan memperketat aktivitas siswa, diupayakan tidak saling berinteraksi dalam jarak dekat. Bahkan dia juga berharap, para siswa ini hanya bisa keluar saat ke toilet dan selanjutnya hanya duduk di dalam kelas sampai selesai mata pelajaran itu.

“Tapi ini juga tidak serta merta kita lakukan, nanti ada kesepakatan antara orang tua, guru dan komite sekolah,” jelasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

2 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago