Keduanya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan bersama Polair,” tambah Anton. Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir area laut menggunakan perahu karet dan peralatan navigasi laut, sambil berkoordinasi dengan nelayan setempat dan aparat kampung.
Basarnas Jayapura juga mengimbau para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang sebelum melaut, serta selalu membawa alat keselamatan diri seperti life jacket dan peralatan komunikasi.
“Cuaca di perairan utara Papua akhir-akhir ini cukup ekstrem. Kami berharap nelayan lebih berhati-hati dan mempersiapkan diri sebelum melaut,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kedua nelayan tersebut.(ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…