Categories: SENTANI

Ribuan Vaksin Covid-19  Dikembalikan ke Kemenkes

Masuk Kategori Expired Date, Layanan Vaksin Dihentikan 

SENTANI- Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan,  permintaan masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 belakangan ini sangat banyak. Hal itu disebabkan karena salah satu persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh masyarakat, wajib melampirkan dokumen bukti telah divaksin Covid-19.

Namun di satu sisi pihaknya telah mengembalikan ribuan jenis vaksin ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia karena sudah masuk  kategori expired date atau tidak bisa lagi digunakan.

”Ada sekitar 10.000 vaksin Covid-19 dari beberapa jenis yang dikembalikan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” kata Edward Sihotang, Rabu (12/10).

Sementara untuk layanan vaksin saat ini dihentikan. Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat  kepada seluruh sarana kesehatan dan saat ini ketersediaan vaksinasi  nol karena mayoritas vaksin Covid-19 itu masuk dalam expired date dan  sebelum melebihi batas waktu penggunaannya, pihaknya sudah mengembalikan.

“Kita kembalikan sebelum expired date di kita,  karena kita lihat potensinya. Masyarakat sudah tidak mau  divaksin akhirnya kita kembalikan. Yang dikembalikan sekitar 10.000 dosis dari berbagai merek paling banyak vaksin sinovac. divaksin,” bebernya.

Mengenai permintaan masyarakat yang cukup tinggi di Kabupaten Jayapura untuk mendapatkan layanan vaksin Covid-19 ini,  pihaknya telah menyurat kembali ke Kementerian Kesehatan untuk bisa menyediakan vaksin Covid-19 tersebut.

Dari jawaban yang disampaikan oleh pihak Kementerian Kesehatan, pertama mereka sedang melakukan upaya  ke penyedia dan Balai POM terkait vaksin Covid-19, apakah yang expired date itu bisa diperpanjang lagi masa penggunaanya, karena vaksin yang mengalami expired date ini banyak sekali.  Kedua, pemerintah sedang berupaya mengajukan  permohonan hibah karena harga vaksin sangat mahal.  Yang ketiga penyediaan vaksin dilakukan, tetapi yang vaksin nusantara buatan dalam negeri.

”Tiga ini yang menentukan adanya vaksin di Kabupaten Jayapura.  Karena kita tidak bisa melakukan pembelian secara mandiri. Walaupun  kita ada uang karena itu tugas dan kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

23 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago