Categories: SENTANI

Bupati Jayapura: Jangan Jual Tanah Adat, Investasikan untuk Masa Depan

SENTANI- Tanah adat bukan sekadar sebidang lahan. Bagi masyarakat adat, tanah merupakan warisan, identitas, sekaligus aset yang semestinya dijaga agar tetap bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Karena itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda mengingatkan masyarakat Kabupaten Jayapura, khususnya pemilik hak ulayat, agar tidak mudah menjual tanah adat hanya demi mendapatkan keuntungan sesaat.

“Tanah itu adalah aset berharga milik masyarakat. Jangan sampai tanah dijual habis, kemudian anak cucu kita nanti tidak memiliki ruang untuk hidup,” tegasnya, Selasa(8/9).

Menurut Yunus, tanah seharusnya tidak selalu dilihat sebagai sesuatu yang harus dijual ketika masyarakat membutuhkan uang. Justru, tanah dapat dimanfaatkan sebagai modal jangka panjang yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Yunus mendorong masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir dalam memanfaatkan tanah adat. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah melalui kerja sama investasi dengan pemerintah maupun pihak swasta.

Model tersebut, menurutnya, dapat dilakukan melalui sistem kontrak atau sewa jangka panjang. Misalnya, tanah digunakan untuk pembangunan hotel, rumah sakit, pusat perdagangan atau fasilitas lainnya dengan jangka waktu tertentu, seperti 20, 30 hingga 40 tahun.

Dengan pola seperti ini, masyarakat adat tetap memiliki asetnya, sementara tanah tersebut dapat menghasilkan pendapatan secara rutin melalui sistem sewa atau bagi hasil.

Yunus mencontohkan pola pemanfaatan tanah di Bali yang menurutnya dapat menjadi salah satu referensi. Tanah tidak harus selalu berpindah kepemilikan ketika digunakan untuk kegiatan usaha.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

8 minutes ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

1 hour ago

BMKG: Poster Larangan Menampung Air Hujan akibat ‘Cloud Seeding’ Hoaks

Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika.  Narasi di…

2 hours ago

Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih Tinggal Dua Provinsi

  Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…

5 hours ago

Satpol PP Papua Susun SOP Penegakan Perda dan Perkada

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…

6 hours ago

Satgas Damai Cartenz Bagikan 500 Tas Sekolah untuk Siswa SD di Mimika

Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…

7 hours ago