

Khairul Lie (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura akui ada upaya yang dilakukan dalam hal mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Jayapura. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie menjelaskan terkait dengan permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Salah satunya dengan adanya pembangunan dapur bergizi di Kampung Kehiran yang baru-baru ini telah ditinjau oleh pihak kepolisian.
Menurut Kadis Kesehatan, dalam mengatasi stunting ada dua metode yang dilakukan yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif, yang mana intervensi spesifik adalah kegiatan yang langsung mengatasi penyebab stunting, seperti asupan makanan, kesehatan lingkungan, dan status gizi ibu.
Sementara, Intervensi sensitif adalah kegiatan yang bertujuan mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya stunting, seperti masalah lingkungan dan akses pangan, yang mana masing-masing memberi kontribusi spesifik 30 persen, dan sensitif 70 persen.
“Intervensi spesifik adalah tanggung jawab kesehatan, yaitu pemberian makanan tambahan termasuk pemberian makanan bergizi gratis,” katanya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.
Page: 1 2
Ia menegaskan, salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan pemerintah daerah…
Menurut Fakhiri, seluruh kebutuhan dapur MBG ke depan harus dipasok dari hasil pertanian, perikanan, dan…
Menurut Andry, pertumbuhan ekonomi Papua saat ini menunjukkan penguatan aktivitas domestik yang semakin baik. Dari…
Penarikan retribusi parkir di kawasan Pasar Otonom Youtefa yang dilakukan hingga malam, bahkan dini hari…
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura optimistis menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Pasifik…
Rencana Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, untuk membentuk staf khusus adat yang melibatkan para…