Lanjutnya, Sedangkan intervensi sensitif itu dapat dilakukan oleh berbagai instansi, di Kabupaten Jayapura telah dilakukan kolaborasi dengan semua pihak.
Melihat secara angka stunting cukup tinggi, meski ada penurunan dari 15% tahun 2023, menjadi 12% ditahun 2024, maka upaya peningkatan kualitas gizi harus dilakukan.
“Untuk intervensi spesifik kita dibidang kesehatan dimulai dari remaja putri, yaitu ada pengukuran HB, mengecek kadar darah pada remaja putri,” terangnya.
“Berikutnya adalah kepada ibu hamil, jika ditemukan adanya kekurangan energi kronis, akan diberikan asupan makanan bergizi yang disediakan oleh puskesmas sebanyak 120 hari atau sekitar 4 bulan,” jelasnya .
Sementara untuk anak stunting akan diberikan makanan bergizi sebanyak 90 hari.”Kami di Kabupaten Jayapura sedang menunggu bagaimana pemberian makanan bergizi gratis terutama untuk anak sekolah,” paparnya.
Diharapkan ini dapat berdampak pada anak-anak sekolah yang stunting sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. (ana)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…