Categories: SENTANI

Sejumlah  OPD Terancam Tidak Dapat Alokasi DAK

SENTANI- Kepala Badan Perencanaan   Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura, Parson mengatakan, tahun ini sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Jayapura terancam tidak lagi mendapatkan transferan dana alokasi khusus  (DAK) dari pemerintah pusat.

“Mungkin ada beberapa organisasi perangkat daerah yang  sebelumnya dapat, tapi tahun ini tidak dapat,” kata Parson Horota, Selasa (7/6).

Dia mengatakan, aturan Pagu DAK tahun ini prosesnya agak berat.  Kondisi ini bukan karena kebijakan daerah tetapi disebabkan karena dampak dari kebijakan nasional, karena inti dari penyaluran dana alokasi khusus itu adalah percepatan.  Sehingga apabila pemerintah pusat melihat percepatan di Papua fokus menggunakan dana otonomi khusus sehingga nominal dana alokasi khusus dikurangi.

“Ada DAK Perdagangan, Kelihatannya sudah tidak ada,  DAK Perikanan juga mungkin sudah tidak ada,”ujarnya.

Lanjut dia, setiap tahun nominal dari alokasi dana khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat  bervariasi dan sangat tergantung dari usulan pemerintah daerah. Misalnya di tahun 2021 dana alokasi khusus yang diterima Pemda Jayapura itu bernilai dikisaran Rp 100 sampai Rp 150-an miliar .

“Kalau seandainya tidak terima DAK, berarti kalau selama ini OPD tertentu  menerima, ketika dia tidak menerima berarti belanjanya berkurang,” jelasnya.

Menurutnya, tahun lalu ada 16 organisasi perangkat daerah di Kabupaten Jayapura yang menerima kucuran dana alokasi khusus itu.  Tahun ini dipredikssi ada sekitar 5 sampai 6 organisasi perangkat daerah yang tidak lagi mendapatkan jatah dari dana alokasi khusus tersebut.

“Berarti untuk OPD yang tidak dapat DAK ini nanti alokasi belanja yang sudah kita buat dalam RKPD yang sudah jadi, kita harus melakukan revisi.  Sehingga OPD yang DAK nya hilang, kita harus menginisiasi dengan menambah sumber dana lain untuk menutupi kekurangan belanja,” bebernya.

Dia menambahkan, perlu diketahui  bahwa kekurangan belanja dari SKPD ditentukan dari prioritas daerah dan apa yang direncanakan dengan baik.

“Jadi kalau selama ini kita di sini OPD selalu bertanya-tanya kenapa uang saya turun (berkurang) sebetulnya harus diketahui bahwa uang belanja daerah itu bukan uang paten.  Kalau tahun ini turun wajar karena mungkin prioritasnya berubah.  Alasan lain bisa saja transfer daerah kita kurang,”jelasnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

6 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

8 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

9 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

10 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

11 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

12 hours ago