Categories: SENTANI

48 Ton Sampah Diangkut dari Pasar Lama

Petugas kebersihan dan seluruh staf pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura saat melakukan pembersihan di kawasan Pasar Lama Sentani, Kamis (5/3). ( foto: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura akhirnya menyikapi persoalan sampah di kawasan Pasar Lama Sentani. 

Selama 2 hari berturut-turut dinas tersebut melakukan pembersihan sampah di kawasan itu. Total jumlah sampah yang berhasil diangkut di sekitar kawasan itu sebanyak 48 ton.

“Kita hitung berdasarkan jumlah yang diangkut di mobil dan kita hitung kapasitas 1 kali muatan itu berapa ton, jadi totalnya mencapai 48 ton,” kata Kadis DLH Kabupaten Jayapura, Chris Tokoro saat ditemui media ini di Sentani, Kamis (5/3).

Lanjut dia, sampah yang berhasil diangkut itu terdiri dari berbagai macam jenis, mulai dari botol  plastik minuman, kaleng bekas, plastik bekas dan sampah dedaunan yang berasal dari aktivitas masyarakat yang berjualan di sekitar Jalan Pasar Lama Sentani.

” Sampah itu sumbernya dari berbagai macam aktivitas masyarakat di sana, yang mana sampahnya dibuang ke saluran air (drainase),” katanya.

Chris berharap, masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan Pasar Lama itu membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah di sekitar jalan masuk Komba. Di sana, dinas tersebut sudah menyiapkan kontainer sampah yang siap menampung sampah yang berasal dari rumah tangga keluarga maupun aktivitas penjualan di Pasar Lama dan sekitarnya.

” Kami sudah menyiapkan satu kontainer sampah di jalan masuk Komba, ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan masyarakat harus tertib membuang sampah,” ujarnya.

Menurutnya, tugas untuk membersihkan sampah bukan saja dari pemerintah, tapi masyarakat juga menjadi pemeran utama dalam menjaga kebersihan di tempat tinggalnya masing-masing. Sebagai contoh, ketika masyarakat atau warga membuang sampah di daerah aliran sungai atau saluran drainase justru akan berdampak luas bagi masyarakat lain. Seperti halnya yang terjadi di Pasar Lama, hal itu disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. 

“Mereka mengeluh bahwa pemerintah tidak bekerja, sebenarnya persoalan sampah ini sangat mudah kalau kita semua itu sadar bagaimana menempatkan sampah yang kita hasilkan itu ke tempat yang sudah disiapkan,”pungkasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

13 hours ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

1 day ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

1 day ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

1 day ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

1 day ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

1 day ago