Categories: SENTANI

Aksi Protes Warnai Penertiban PKL

Para pemilik lapak jualan saat melakukan aksi protes terkait pembongkaran lapak mereka di sepanjang jalan Kota Sentani, Selasa (5/3).( FOTO : Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di pinggir Jalan Kota Sentani, akhirnya ditertibkan oleh pihak Distrik Sentani dengan membongkar paksa sejumlah lapak jualan  mereka yang masih berada di pinggir jalan. Kebijakan  pemerintah distrik itu ditentang beberapa pedagang PKL. Mereka melayangkan aksi protes keras kepada pihak distrik karena tidak terima lapak jualannya dibongkar paksa.

“Kami tidak terima  dengan cara seperti ini. Siapa yang mau tanggung jawab kehidupan  keluarga saya kalau ini dibongkar,”ungkap Ahmad, salah satu PKL yang tidak terima lapaknya dibongkar paksa, Selasa (5/3).

Tidak hanya itu, beberapa mama Papua yang sehari-harinya berjualan pinang dan makanan di pinggir jalan dekat Hawai juga melakukan aksi protes. Mereka menuntut pihak pemerintah harus adil melaksanakan penertiban lapak yang ada di sepanjang jalan utama Kota Sentani itu.  Mereka juga meminta agar pemerintah menyediakan  tempat yang layak untuk berjualan setelah lapak mereka dibongkar.

“Kita minta, kalau ada penertiban seperti ini maka harus ada tempat yang disediakan untuk kita,”ungkap salah satu warga yang enggan dikorankan namanya.

Sementara itu, Kepala Distrik Sentani Budi Yoku menyatakan, tetap konsisten dengan keputusan yang sudah diambilnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan pihaknya itu merupakan bagian dari tahapan sosialisasi dan upaya persuasif yang sudah dilakukan pihak pemerintah distrik selama ini. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi PKL untuk tidak mengikuti aturan diberikan oleh pemerintah.  Bahkan kata dia, sosialisasi  dan surat pemberitahuan secara resmi sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu. Namun hingga saat ini, masih ada oknum PKL yang tidak mengindahkan   aturan yang dikeluarkan pihak distrik itu.”Tidak ada pilihan selain kita tertibkan, kota kita semakin tidak terurus jadi harus ditata,”tegas Budi Yoku.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Kios Klontongan Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…

16 hours ago

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

17 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

18 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

19 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

20 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

21 hours ago