Categories: SENTANI

Petani  di Besum Butuh Sarana Irigasi Air

SENTANI-Sampai saat ini kendala yang dihadapi petani padi di Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura adalah irigasi untuk mengairi padi di sawah. Sampai saat ini saluran irigasi sebagian sudah dibangun dan ada yang belum,  namun air yang mengalir di saluran irigasi tidak ada,  sehingga petani tidak bisa menanam padi pada saat musim kemarau. Hanya bisa menanam padi pada saat musim penghujan.

Syukur,  salah satu petani padi di Kampung Kaya Bumi Besum mengatakan, kendala dalam menanam padi sampai sekarang adalah ketersediaan air yang tidak cukup, karena pada saat musim kemarau tidak ada air.

“Petani di Kampung Karya Bumi Besum selama ini kekurangan sumber air, mereka hanya mengandalkan menanam pada saat musim penghujan dan saat musim kemarau tidak berani menanam karena kesulitan air,”ungkapnya, Sabtu (3/5).

Syukur berharap, Pemerintah bisa membantu petani di Besum agar bisa menyediakan irigasi air yang dapat dimanfaatkan petani untuk mengairkan air ke sawahnya, karena selama ini hanya petani yang dekat irigasi air yang bisa menanam padi di sawah,  sedangkan yang jauh dengan irigasi tidak bisa menanam padi karena hanya mengandalkan air hujan pada saat musim penghujan.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu,  bagaimana kita tidak kekurangan air dan bisa menanam walaupun di musim kering,  sehingga irigasi bisa dibuatkan lagi dan sungai yang ada dibagian atas bisa dialirkan ke irigasi kami, karena dulunya kita dapat air dari sungai tapi kini tidak bisa lagi,”jelas.

Hal senada juga dikatakan Ahmad dan Yadi,  petani di Besum. Kendala petani di Besum adalah soal ketersediaan air karena jika menanam padi kekurangan air maka hasilnya tidak maksimal. Ada yang panennya dapat sedikit, bahkan ada yang tidak dapat hasil karena padinya tumbuh rumput. Jadi yang dibutuhkan petani padi di Besum adalag irigasi yang bisa mengairi sawah petani supaya bisa menanam padi walaupun pada saat musim kemarau.

  Yadi mengaku, untuk bisa menanam padi,  terpaksa ia harus beli mesin alkon dan pipa air untuk mengambil air dari sungai. Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan maka laham sawahnya tidak bisa digarap malah nanti ditumbuhi rumputd dan struktur tanahnya akan keras.(dil/ary)

newsportal

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

2 days ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

2 days ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

2 days ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

2 days ago