Yanti menekankan bahwa penghargaan terhadap hak pekerja merupakan dasar keadilan dan penghormatan terhadap Orang Asli Papua yang bekerja dan mengabdi di daerahnya sendiri. “Di mana pun pimpinan BTS berada Amerika, Asia Pasifik, Indonesia, atau di Tanah Papua kami minta satu hal, bayarkan hak-hak kami dan hargai kerja kami,” terangnya.
Menurut Yanti, lima orang staf BTS yang dipekerjakan, belum dibayarkan sejak Oktober 2025 lalu, bahkan dirinya sendiri juga belum mendapatkan hak yang sama. Ia berharap, pemerintah khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat memberikan solusi dan penyelesaian terkait hal tersebut. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Crosser kebanggaan Papua yang menorehkan prestasi gemilang dan kejuaraan nasional itu mengumpulkan poin sempurna dengan…
Lokasi wisata ini berada tidak jauh dari kawasan wisata Tobuso dan mulai dikenal luas sejak…
Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan kajian terhadap jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan beban kerja…
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, menegaskan malaria masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jayapura…
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…
Kelompok masyarakat asal wilayah pegunungan kembali mengajukan tuntutan ganti rugi atau denda adat menyusul tewasnya…