Yanti menekankan bahwa penghargaan terhadap hak pekerja merupakan dasar keadilan dan penghormatan terhadap Orang Asli Papua yang bekerja dan mengabdi di daerahnya sendiri. “Di mana pun pimpinan BTS berada Amerika, Asia Pasifik, Indonesia, atau di Tanah Papua kami minta satu hal, bayarkan hak-hak kami dan hargai kerja kami,” terangnya.
Menurut Yanti, lima orang staf BTS yang dipekerjakan, belum dibayarkan sejak Oktober 2025 lalu, bahkan dirinya sendiri juga belum mendapatkan hak yang sama. Ia berharap, pemerintah khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat memberikan solusi dan penyelesaian terkait hal tersebut. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…
Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…
Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…