Categories: SENTANI

DLHK Papua Tuntas Bayar Upah Kerja  Penanaman Pohon Bambu

SENTANI -Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Papua telah melakukan pembayaran upah kerja untuk 9 km penanaman pohon bambu yang tersisa dari 78 km dalam program penyelamatan penyangga Kawasan Cycloop di Kabupaten Jayapura. Hal ini dikatakan Kepala DLHK Provinsi Papua Jan Jap Ormuseray usai melakukan pembayaran upah kerja terakhir di Sentani, Jumat (28/6) lalu.

Dijelaskan,  sebenarnya pembayaran upah kerja ini mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan adanya kekurangan tanaman pohon bambu, karena dengan panjang 78 km yang ditanam pohon bambu, ternyata banyak bibit pohon bambu yang dibawa rusak sehingga harus diganti dan sekarang sudah selesai diganti dan di tanami sehingga  dilakukan pembayaran upah terakhir.

“Penanaman pohon bambu di sepanjang 78 km di Kawasan Penyangga Cycloop sudah selesai dan dari  laporan petugas yang  menanam di sepanjang 78 km kawasan penyangga Cycloop sudah selesai,”ujarnya

Diakui, melalui penanaman pohon bambu tersebut mewakili Pj Gubernur Papua maupun pemerintah Provinsi Papua Jan Jap Ormuseray mengucapkan terimakasih dan dalam menjaga kawasan penyangga Cycloop tentu ini bukan tanggung jawab pemerintah semata, tapi tanggung jawab semua, termasuk masyarakat.

“Jadi apa yang telah dilakukan ini harus kita jaga dan kita rawat dengan baik. Jika ada pohon bambu yang mati maka ini tanggung jawab kami untuk melakukan penanaman kembali,”ucapnya.

Ditambahkan, kepada   masyarakat  juga diminta menjaga dan merawat pohon bambu yang telah ditanam dengan baik, karena masyarakat yang langsung melihat pohon bambu yang ditanam di sekitar tempat tinggalnya.

Diharapkan nantinya pohon bambu yang ditanam ini bisa memberikan manfaat untuk menjadi police line mengingatkan semua orang, bahwa batas bambu ini adalah kawasan cagar alam jangan masuk karena kalau masuk melakukan perambahan di dalam bisa merusak lingkungan dan menyebabkan banjir serta longsor.

“Di dalam kawasan hutan Penyangga Cycloop ada banyak  hewan satwa yang dilindungi seperti ada Burung Cenderawasih dan tanaman anggrek. Oleh karena itu masyarakat dilarang melakukan penebangan pohon secara liar,”imbuhnya.

Jan menyampaikan terima kasih banyak kepada TNI/Polri,  organisasi kemasyarakatan, masyarakat adat, anak sekolah, pihak gereja dan lainnya yang telah bersama- sama terlibat dalam menanam pohon bamboo,  karena ini  untuk menyelamatkan lingkungan dan keselamatan manusia.”Mari kita jaga cycloop sebagai rumah kita bersama,  sehingga ke depan Cycloop juga menjaga kita,’’tandasnya.(dil/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Semangat Untuk Bernostalgia

   Di tengah usia yang semakin senja, pertemuan itu berlangsung sederhana. Para veteran saling menyapa,…

13 minutes ago

Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Bermain Game Online

Menurut Axel, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kegiatan Rakernis bersama Densus 88 AT Polri, terdapat…

4 hours ago

Disambut Suka Cita dan Gelar Syukuran

Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…

5 hours ago

Stop Klaim Tanah Adat Sebagai Milik Negara!

  Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…

6 hours ago

Dua Tersangka Kasus Ganja Dilimpahkan ke Jaksa

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…

7 hours ago

BGN Hentikan Sementara 14 SPPG di Papua

  Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…

8 hours ago