Categories: SENTANI

Aktivitas Masyarakat Dibatasi, Jalan Utama Lengang

Tampak lengang- Jalan Kemiri Sentani tepatnya di depan Saga Sentani terlihat lengang sejak Pemerintah Kabupaten Jayapura memberlakukan pembatasan waktu kegiatan di tempat umum. Biasanya ruas jalan depan Saga menjadi satu titik macet terparah di Kota Sentani. Foto ini diambil Kamis (1/4), siang. ( foto: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura telah mengeluarkan surat edaran  pembatasan aktivitas bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura secara khusus di tempat-tempat umum. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran  Covid-19. Surat edaran itu secara umum memperlakukan pembatasan aktivitas pada fasilitas publik seperti tempat wisata atau rekreasi, cafe, tempat hiburan dan hotel, toko, swalayan kios dan pasar. 
Khusus untuk swalayan, supermarket, toko, kios,  serta rumah makan dibatasi jam aktivitas pelayanan dari pukul 08.00-14.00 WIT, begitupun dengan Pasar Pharaa Sentani dibatasi jam aktivitasnya dari pukul 06.00-14.00 WIT, pasar tidak resmi dilarang untuk dibuka. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Sentani terpantau sepi.
“Memang untuk angkutan kota tetap diberi izin operasional sampai jam 5 sore, tapi sama saja, penumpang tidak ada” ujar Tinus salah satu sopir angkutan umum yang ditemui media ini di Jalan Kemiri Sentani, Kamis (1/4).
Berdasarkan pantauan media ini, Kamis (1/4) sekira pukul 14.30. WIT, sejumlah  ruas Jalan Sentani-Abepura dan ruas Jalan Sentani-Kemiri terpantau lengang. Padahal, sebelum merebaknya Covid-19 ini, ruas jalan tersebut  selalu ramai, bahkan sering macet.
Suasana tampak sepi dikarenakan para pelaku usaha swalayan, supermarket, pemilik toko, kios dan toko obat, rumah makan sudah ditutup.
“Saya sudah tutup kios dari siang, sesuai instruksi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Banyak pembeli yang takut hingga belanja dalam jumlah banyak, karena mereka dengar besok tidak ada lagi yang boleh keluar, cuma sudah saya sampaikan kalau informasi itu tidak benar. Yang benar berjualan hanya boleh sampai jam 2 siang ,” ungkap Agus pemilik Kios Giat di Pasar Pharaa Sentani.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago