Categories: SENTANI

Menyukseskan Program MBG Melalui Penguatan Pangan Lokal di Papua

Perbandingan kandungan kalori berbagai sumber pati adalah (dalam 100 g) jagung 361 kalori, beras giling 360 kalori, ubi kayu 195 kalori, ubi jalar 143 kalori dan sagu 353 kalori.

“Maka tinggal bagaimana menerjemahkan 100 gram tersebut ke dalam menu makanan anak-anak,” kata Kepala Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Politeknik Kesehatan (Poltekes) Jayapura Maxianus K. Raya.

Meski begitu, saat ini ada tantangan karena makanan anak-anak mulai berubah di mana nasi menjadi makanan utama, sehingga menjadi tugas bersama agar generasi muda di Bumi Cenderawasih tetap menyukai makanan lokal.

Penyedia makanan untuk program MBG diharapkan dapat menyajikan menu-menu lokal dan disukai oleh anak-anak. Dengan demikian, program MBG di sembilan kabupaten/kota di Bumi Cenderawasih dapat berlangsung dengan baik.

Penyajian makanan harus dikreasikan. Hal ini penting agar anak-anak menyukai makanan lokal untuk program MBG.

Keladi misalnya, yang biasanya hanya direbus, dapat dikreasikan dengan ditumbuk lalu dicetak menggunakan cetakan lucu, disajikan dengan ikan suwir, dan sayur lodeh atau pakis. Atau juga dapat disajikan dengan kacang rebus, biji nangka, dan beberapa makanan lainnya.

Ada juga sinole atau yang dikenal dadar gulung sagu, dapat disajikan dengan ikan bakar dan sayur lalapan.

Sedangkan buah-buahan lokal seperti alpukat, nanas, jeruk, mangga, buah naga, dan lainnya yang bisa didapatkan pada sejumlah daerah di Papua. Buah itu juga bisa menjadi varian untuk program MBG.

Begitu banyaknya variasi makanan dan buah-buahan diyakini akan disukai anak-anak hingga dewasa.

“Jadi saya berharap, syarat utama dalam mewujudkan program MBG di Tanah Papua adalah penggunaan pangan lokal atau potensi alam daerah setempat,” kata tokoh pemberdayaan masyarakat Papua, Usilina Epa

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Jadi Alarm Akademik dan Sosial yang Harus Disikapi Secara Serius, Kritis, dan KonstruktifJadi Alarm Akademik dan Sosial yang Harus Disikapi Secara Serius, Kritis, dan Konstruktif

Jadi Alarm Akademik dan Sosial yang Harus Disikapi Secara Serius, Kritis, dan Konstruktif

Fenomena ini dipicu oleh menyusutnya jumlah generasi muda yang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.​Berdasarkan…

16 hours ago

Wali Kota Sayangkan Maraknya Remaja Nongkrong dan Konsumsi Miras di Jembatan Merah

Dalam patroli yang melibatkan aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya…

17 hours ago

Kemendagri, Pemprov Papeg Dan Delapan Pemkab Serukan Konflik Berhenti!

Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…

17 hours ago

Wujudkan Swasembada Jagung Untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional…

18 hours ago

Masa Bongkar Semakin Panjang, PT SPIL Bongkar Kontainer di Timika

Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…

18 hours ago

Laka Tunggal Minibus Karena Pengemudi Ngebut

Sebuah minibus Dutro yang mengalami kecelakaan pada Jumat (15/5) lalu diduga karena kecepatan tinggi saat…

19 hours ago