

Hengky K. Baransano. (foto: Mboik Cepos)
SARMI-Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarmi, Hengky K. Baransano, mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan pelaku usaha terkait, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek, untuk tidak mencampur limbah medis dengan sampah rumah tangga. Hal ini disampaikannya pada Selasa (10/6), menyusul temuan di lapangan terkait pengelolaan sampah medis yang tidak sesuai prosedur.
“Kami masih menemukan adanya limbah dari bengkel, rumah sakit, dan klinik yang tercampur dengan sampah rumah tangga. Padahal, limbah medis harus dikelola secara mandiri dan tidak boleh dibuang sembarangan,” tegas Hengky, Selasa (10/6).
Menurutnya, beberapa apotek juga diduga membuang sampah medis bersama dengan sampah domestik, sesuatu yang sangat dilarang dalam aturan pengelolaan lingkungan. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini dapat dikenakan sanksi hukum karena berisiko mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
“Ini perlu kami tegaskan kepada semua pihak, terutama rumah sakit, puskesmas, dan apotek, bahwa limbah medis tidak boleh disatukan dengan sampah biasa. Mereka wajib mengelola sendiri limbah medisnya secara khusus,” ujarnya.
Page: 1 2
Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama Forkopimda, aparatur sipil negara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, memastikan ketersediaan logistik bagi korban kebakaran di Dok…
Abisai mengatakan, dukungan terhadap para korban tidak hanya datang dari pemerintah maupun BUMN dan…
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…