

Pertemuan masyarakat hak ulayat dengan pemerintah Kabupaten Sarmi terkait pembangunan fasilitas Pelabuhan Sarmi. (Foto: Mboik /Cepos)
SARMI-Kabupaten (Pemkab) Sarmi bersama masyarakat adat pemilik hak ulayat di sekitar wilayah Pelabuhan Laut Sarmi menggelar pertemuan beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut bertujuan membahas dan menyepakati rencana penambahan fasilitas bangunan di area pelabuhan.
Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sarmi, Ardin, S.IP, Senin (28/7), bahwa pembangunan fasilitas baru ini mencakup kantor dan rumah dinas yang sebelumnya tidak difungsikan akibat persoalan hak ulayat tanah adat.
“Jadi ini terkait pembangunan kantor dan rumah dinas yang harus diaktifkan kembali karena sebelumnya tidak aktif akibat kendala hak ulayat,” jelas Ardin, Senin (28/7).
Ia mengatakan bahwa Pemkab bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Sarmi telah mencapai kesepakatan dengan masyarakat adat untuk mendukung rencana pengembangan pelabuhan. Namun demikian, masyarakat adat mengajukan sejumlah permintaan sebagai bentuk keberpihakan terhadap hak dan kepentingan mereka.
“Masyarakat adat meminta agar SDM anak-anak asli diperhatikan oleh Kementerian Perhubungan jika pelabuhan ini dikembangkan. Mereka ingin anak-anak negeri diprioritaskan sebagai tenaga kerja dan diberikan kesempatan pendidikan,” ungkapnya.
Page: 1 2
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…
–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…
Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…
Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…
Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…