Menurutnya, lewat aplikasi tersebut, kelompok tani merencanakan apa yang akan mereka lakukan kemudian diupload masuk ke dalam aplikasi tersebut. Begitu juga dengan tahapan pekerjaan sampai pada pelaporan semuanya dilaporkan lewat aplikasi tersebut, sehingga mulai dari Sabang sampai Merauke semuanya akan terbuka dan tranparan apa yang dikerjakan dan dilaksnaakan oleh P3-TGAI.
‘’Lewat aplikasi ini semuanya akan terbuka. Mulai sumber dananya, anggarannya berapa dan sebagainya karena dapat dilihat di dalam sistem tersebut,’’ jelasnya. Termasuk permasalahan yang dihadapi dilapangan dapat dilaporkan lewat aplikasi tersebut.
Nataniel Howay menambahkan bahwa aplikasi ini mulai diterapkan di tahun anggaran 2024 mendatang. ‘’Aplikasinya mulai diterapkan tahun 2024 mendatang,’’ pungkasnya. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Plt Kepala Bidang Perdagangan Yosep Tatogo, S.Sos menyatakan terkait dengan layanan pengaduan konsumen untuk pengaduan…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan…
Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat…
Tim Kolaborasi Pesta Babi menegaskan, Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat…
PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di…
Dengan lantang, para pemuda ini meneriakkan slogan “Tolak PSN, Papua Bukan Tanah Kosong”. Seruan tersebut…