Menurutnya, lewat aplikasi tersebut, kelompok tani merencanakan apa yang akan mereka lakukan kemudian diupload masuk ke dalam aplikasi tersebut. Begitu juga dengan tahapan pekerjaan sampai pada pelaporan semuanya dilaporkan lewat aplikasi tersebut, sehingga mulai dari Sabang sampai Merauke semuanya akan terbuka dan tranparan apa yang dikerjakan dan dilaksnaakan oleh P3-TGAI.
‘’Lewat aplikasi ini semuanya akan terbuka. Mulai sumber dananya, anggarannya berapa dan sebagainya karena dapat dilihat di dalam sistem tersebut,’’ jelasnya. Termasuk permasalahan yang dihadapi dilapangan dapat dilaporkan lewat aplikasi tersebut.
Nataniel Howay menambahkan bahwa aplikasi ini mulai diterapkan di tahun anggaran 2024 mendatang. ‘’Aplikasinya mulai diterapkan tahun 2024 mendatang,’’ pungkasnya. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…