“Meskipun dalam paket itu sedikit dan tak bisa di baca oleh timbangan narktika jenis Shabu ini tetap memiliki nilai jual, pemasaran dari narkotika ini rata -rata di Wamena, Tolikara , Lanny Jaya dan Puncak Jaya dan rata -rata yang menggunakan narkotika ini adalah sopir lajuran,”bebernya
Ia juga menambahkan para bandar ini menjadikan sopir lajuran sebagai pelanggan karena mereka memiliki uang cash, dan mereka menggunakan narkotikan ini agar dalam membawa kendaraan lajuran itu selalu melek dan tidak mengantuk saat didalam perjalanan.
“Mereka bisa membawa mobil selama dua hari nonstop tanpa tidur, dari hasil interogasi pemasaran dari mereka rata -rata sopir untuk pemakaiannya,” tutup Saragih. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Musim mangga golek mulai terasa di Pasar Pharaa Sentani. Dalam tiga pekan terakhir, pasokan mangga…
Pemerintah Kabupaten Tolikara secara resmi membuka Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026, Rabu, 12 Agustus…
Menurut Abdul Rahman, Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah kegiatan bagi anak dan remaja, tetapi…
Pemerintah Provinsi Papua mendapat tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp85 miliar untuk tahun…
Kepala Rumah Sakit Marthen Indey, Kolonel CKM dr. Faisal Rosadi, mengatakan, sebagai rumah sakit…
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama Bupati Keerom, Piter…