Ia juga menyebutkan jika kriteria lain yang menjadi perhatian adalah kemampuan baris-berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, serta penguasaan budaya lokal. Kalau dia berasal dari Papua Pegunungan, harus tahu nama kabupatennya, bupatinya, wakilnya, sampai tarian dan wisata daerahnya.
Dedi kembali menekankan pentingnya pengawasan rekam jejak media sosial calon peserta. Ini sangat menentukan. Karena mereka akan membawa nama negara. Tidak boleh ada konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Meski proses pendaftaran di Papua Pegunungan masih dilakukan secara manual karena keterbatasan sinyal dan infrastruktur, namun hal ini bukan hambatan.
Kepala DPPI juga menambahkan hingga saat ini, sebanyak 150 ribu pelajar dari seluruh Indonesia telah mendaftar sebagai calon Paskibraka Nasional, dengan 38 provinsi masing-masing berkesempatan mengirim satu pasang wakil. Sementara waktu seleksi ditingkat pusat dijadwalkan akan berlangsung mulai 15 Juni 2025, dengan syarat utama peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap atau MCU di provinsi. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…