

PANIAI- Gerakan Papua Mengajar (GPM) tidak hanya mengajarkan tentang pendidikan bagi anak-anak usia dini dan usia sekolah, tetapi GPM terus melebarkan sayap dengan menggerakan warga masyarakat secara berkelompok menanamkan kopi di lokasinya masing-masing di Kabupaten Paniai.
Pendiri Gerakan Papua Mengajar (GPM), Agustinus Kadepa, S.Pd mengatakan,
gerakan tanam kopi ini tidak sia-sia, sebab warga masyarakat dengan antusias membersihkan lahan, memetakan lahan dan selanjutnya telah menanam ribuan kopi sebagai usaha yang mereka kembangkan di Kabupaten Paniai.
“Kami sudah tanam 1324 pohon kopi di kurang lebih 9 kebun milik masyarakat di Kabupaten Paniai, masiha da 3 kebun lagi yang akan kami tanam, target akhir Mei ini kami sudah tanam 2000 pohon kopi” katanya saat dikonfirmasi cenderawasih pos melalui telepon selulernya, Rabu (27/5).
Kadepa mengatakan, dengan menanam kopi di tahun 2020 ini, maka diharapkan pada tahun 2022 atau dua tahun kedepan warga masyarakat sudah bisa memanen hasil kopi yang ditanam dan bisa di jual. Tentu dengan demikian bisa memberikan dampak terhadap ekonomi mereka di kampung nantinya. (bet/tri)
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…