

WAMENA-Diduga akibat mengemudikan mobil dalam pengaruh minuman keras, seorang pengemudi mobil jenis Mitsubishi Jenis Triton warna putih dengan nomo polisi DS 5951 BB menabrak dua orang pejalan kaki atas nama Elisabet Itlay (50) yang mengalami luka ringan dan Taila Matuan (62) yang tewas di tempat.
Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos kejadian lakalantas ini terjadi di Jalan J.B. Wenas Wamena, Minggu (26/1) sekira pukul 15.30 WIT. Dimana mobil yang dikendarai oleh pelaku DP (26) yang diketahui masih berstatus tahanan Lapas Kelas II Wamena dengan Kasus Asusila melaju dengan kencang dari arah kota ke Pasar Baru. Diduga karena mabuk, pelaku tidak bisa mengendalikan laju mobil sehingga menabrak kedua korban pejalan kaki.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen membenarkan adanya kasus Lakalantas tersebut, dimana usai menabrak korban, pelaku DP ini langsung melarikan diri meninggalkan korban Taila Matuan yang tewas akibat mengalami benturan di kepala sehingga mengakibatkan luka di pelipis sebelah kiri dan luka di beberapa bagian tubuhnya.
“Untuk pelaku sudah bisa kita amankan di rutan Mapolres Jayawijaya dan selanjutnya masih melakukan pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”ungkapnya Senin (27/1) kemarin
Lanjut Rumaropen, dari hasil olah TKP dan keterangan Saksi Yakop Tapakeding (40), kecelakaan ini berawal saat DP pengemudi mobil Mitsubishi Triton No.Pol DS 5951 BB warna putih yang di uga mengkonsumsi minuman keras melaju dari arah Jl.Gatot Subroto Wamena menuju arah Pasar Jibama dengan kecepatan tinggi, namun sesampainya di jalan menikung pengemudi tidak dapat menguasai laju kendaraannya sehingga menabrak pejalan kaki dari arah belakang.
“Kemudian mobil keluar dari badan jalan dan terjatuh ke kali yang mengakibatkan korban Elisabet Itlay mengalami luka memar pada lengan sebelah kanan sedangkan korban tewas mengalami luka pada pelipis kiri akibat benturan dan luka robek pada jari kelingking kaki sebelah kiri.”bebernya
Dari analisa Satlantas, Kata Rumaropen, kecelakaan itu tak mungkin terjadi jika pengendaranya tidak dalam keadaan mabuk. Sebab, cuaca cerah sore hari, kondisi Jalan menikung beraspal bagus, dan arus lalu lintas normal, sehingga tak ada kendala yang bisa membuat pengendara menabrak korban yang sedang berjalan kaki.
“Sekali lagi masalah yang terjadi di Jayawijaya karena miras, saya inginkan agar para pembuat miras ini berhenti dengan aktifitasnya karena semua masalah yang terjadi dipicu oleh miras,”katanya.(jo/tri)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…