

Bupati Intan Jaya saat menyerahkan Aspirasi di Hotel Mahavira Nabire. (CEPOSONLINE.COM/PEMKAB INTAN JAYA FOR CEPOS)
NABIRE– Bupati Dogiyai Yudas Tebai dan Bupati Intan Jaya Aner Maisini mengusulkan pengadaan formasi khusus pengangkatan ASN orang asli setempat di sejumlah kabupaten tergolong wilayah konflik di Papua Tengah. Seperti kabupaten Intan Jaya, Dogiyai, Puncak Jaya dan kabupaten Puncak kepada kepada Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI) dalam kunjungannya ke Papua Tengah pada hari Rabu lalu.
Usulan ini disampaikan oleh Bupati Intan Jaya Aner Maisini sebagai bentuk aspirasi langsung kepada Kepala BKN RI Prof Zudan saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Intan Jaya, di Hotel Mahavira I, Nabire pada Rabu (21/5) lalu.
Bupati Intan Jaya saat ditemui menjelaskan orang asli Papua yang memiliki ijazah sangat banyak namun selama ini sedikit yang mendapatkan kesempatan kerja menjadi ASN karena kuotanya tidak banyak.
“Indikasinya bisa saja atau kapan saja bisa menimpulkan konflik. Jadi, bapak kepala BKN RI kami usulkan untuk menyediakan lapangan kerja buat para pengangguran ini melalui pengadaan formasi ASN khusus kabupaten-kabupaten yang tergolong wilayah konflik di Papua Tengah dan secara umum di tanah Papua”, tutur Aner.
Maisini menjelaskan selain pengadaan formasi ASN untuk mengurangi angka pengangguran khusus kabupaten Intan Jaya dan Dogiyai, pemda sedang berupaya aneka program pelatihan keterampilan.
“ Seperti kami di Intan Jaya sudah mulai kirim untuk latihan nyetir mobil, alat berat, bongkar pasang kendaraan dan lain-lain. Kalau tidak salah Dogiyai juga akan buat. Walaupun begitu pengadaan formasi ASN sangat diharapkan kepada bapa”, lugasnya.
Page: 1 2
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…