Categories: PEGUNUNGAN

Reses Fraksi PDIP Temui Berbagai Masalah di Kota Wamena

Pelaksanaan Reses Sekretaris Fraksi PDIP Perjuangan Taufik Latuihamallo menyikapi permasalahan dalam Kota Wamena, Sabtu (24/4). ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Penjaringan aspirasi yang dilakukan dalam Reses DPRD Jayawijaya, khususnya dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  menemukan sejumlah permasalahanan di  Distrik Wamena Kota.

    Dalam tetap muka yang dilakukan Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jayawijaya Taufik Petrus Latuihamallo di Jalan Gatot Subroto Kota Wamena, warga menyampaikan sejumlah permasalahan yang terjadi mulai dari masalah aset pemerintah, Keamanan, Kebersihan hingga infrastruktur dalam Kota Wamena.

  “Kami di Fraksi PDIP ada teman -teman di Komisi A, B dan C ini bisa didorong kesana untuk membicarakan masalah ini dan mendorong apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa diwujud nyatakan,”ungkap Taufif, Sabtu (24/4) kemarin.

  Seperti halnya masalah aset Pemda, lanjut Taufif, dirinya harus melakukan koordinasi dengan rekannya yang membidangi masalah tanah untuk bisa memanggil bidang aset dari Pemda Jayawijaya terkait dengan masalah tanah Pemerintah, dan pentanahan untuk memberikan penjelasan bagaimana status tanah yang diklaim milik pemda.

  Tadi ada pernyataan dari warga kalau memang ini tanah Pemerintah maka ditunjukan buktinya, ini juga harus menjadi perhatian kita untuk meminta ditunjukan bukti surat kepemilikan tanah pemerintah atau bukan,  sehingga kami juga akan memberikan jawaban kepada masyarakat dan masyarakat bisa mendapatkan jawaban dengan baik,”katanya.

  Masalah lain adalah lapangan kerja, sehingga pihaknya  akan memanggil OPD terkait  yang bisa menciptakan lapangan kerja seperti pariwisata, usaha. “Namun kalau dilihat pertumbuhan penduduk di Jayawijaya dengan lapangan pekerjaan yang tersedia memang ada kesenjangan yang sangat jauh,”beber Taufik.

   Ia juga menyatakan sumber peredaran uang di Jayawijaya hampir 90 sekian persen  itu dari kegiatan pemerintah daerah, perusahaan swasta itu kecil yang bisa menciptakan perputaran uang. Peerintah harus menjadi stimulus peredara u ang,  kalau kegiatan pemerintah belum jalan itu akan berpengaruh.

   Sementara itu Kepala Distrik Wamena Kota Lince Kogoya mengaku masalah lain adalah kebersihan dalam Kota Wamena  tahun ini dalam DPA Distrik Wamena kota tidak dapat sehingga kalau pemerintah rencanakan kembali ke OPD terkait setidaknya ada informasi tertulis supaya pekerja kebersihan di jalan itu bisa diberhentikan.

  “Tanpa anggaran kebersihan dalam DPA para petugas kebersihan di Jalan ini sudah kerja selama 4 bulan dan saya tidak tahu akan seperti apa, sehingga kami akan laporkan secara tertulis ke Pemerintah khusus untuk pengelolaan dana Kebersihan di Distrik Wamena Kota khusus untuk sampah yang tidak terurus dan terurus itu tahun lalu ada tapi sekarang tidak ada ini,”bebernya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

14 minutes ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

44 minutes ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

1 hour ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

2 hours ago

Tokoh Agama Papua Padukan Langkah Demi Kemanusiaan dan Perdamaian

   Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…

2 hours ago

13 Tahun Melayani Sebagai Sopir Justru Berakhir Tragis

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…

3 hours ago