Categories: PEGUNUNGAN

Pemerintah Tidak Sembarang Ambil Tanah Hak Ulayat

WAMENA-Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo SH, MH menegaskan bahwa pemerintah dan negara tidak sembarang dalam menentukan lokasi untuk pembangunan kantor Gubernur. Oleh karena itu, negara tidak sembarang mengambil tanah hak ulayat dari masyarakat.

   “Pemerintah Provinsi tidak gegabah orang bilang tidak takabur, tidak ya, pemerintah provinsi ini pemerintah, negara. Negara tidak sembarang mengambil tanah orang, tentu mengikuti aturan-aturan yang berlaku” kata Kondomo saat menanggapi  Polemik lokasi kantor Gubernur di Walesi Senin (23/10) kemarin

  Menurutnya,  Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sudah menerima pelepasan tanah adat dari 5 suku besar di Walesi dan Wouma untuk tanahnya dibangun kantor Gubernur Papua Pegunungan beberapa waktu lalu. Artinya sudah tidak ada masalah, karena permasalahan hak ulayat dari masyarakat sudah selesai sesuai dengan surat pelepasan itu.

   “Tokoh-tokoh dan kepala suku sudah menyerahkan kepada kami, pemerintah untuk membangun Kantor Gubernur Papua pegunungan, ini 5 suku yang punya hak ulayat atas lokasi itu dan mereka sudah berikan surat pelepasannya pada kami pemerintah,”jelasnya.

  Nikolaus  Kondomo kembali menegaskan jika tanpa adanya penyerahan atau pelepasan tanah adat itu, Pemprov tidak bisa melakukan aktivitas apapun di atas tanah atau wilayah tersebut. Apalagi mengambil tanah atas dasar keinginan sendiri itu sangat tidak mungkin dilakukan.

  “Tanpa itu, kita tidak mungkin bergerak, tanpa itu pemerintah tidak bisa klaim bahwa itu untuk pemerintah provinsi. Kita hargai masyarakat setempat, tidak mungkin kita langsung ambil tanpa persetujuan dari masyarakat” tegasnya.

   Ia menambahkan jika ada pihak yang masih menolakl itu sesuatu yang wajar saja , namun yang terpenting saat ini surat penyerahan hak ulayat dari 5 suku yang ada di Welesi dan Wouma sudah ada di Pemerintah Provinsi Papua.

  “Kalo ada satu dua orang tidak setuju wajarlah, itu anak-anak kita juga yang belum paham tentang kehadiran provinsi, kelak mereka akan tahu, mereka akan menyadari bahwa sungguh besar manfaat provinsi di Wamena ini” tutup Mantan Kejati Provinsi Papua. (jo/tri)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Hanya Tersisa Dua Guru, SD Kampung Wumuka Terancam Gagal Ujian

Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…

7 minutes ago

Ke Depan, Pengelolaan Dana Otsus Diserahkan ke Masyarakat!

Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…

1 hour ago

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

2 hours ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

3 hours ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

4 hours ago

Senggolan Waktu Joget, Prajurit TNI AD Tewas Ditembak

Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…

5 hours ago