Categories: PEGUNUNGAN

Dinkes Jayawijaya Tunggu  Rekomendasi dari BPOM Papua

Untuk Lakukan Pengawasan Obat di Apotik

WAMENA–Dinas Kesehatan (Dinkes) Jayawijaya belum menerima rekomendari dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Papua untuk melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap obat -obatan yang mengandung Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG), yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak.

Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya, dr.Willy. E Mambieuw, Sp.B kepada Cenderawasih Pos mengatakan, pengawasan Obat di sejumlah apotik yang ada di Jayawijaya sebenarnya kewenangan dari BPOM Provinsi Papua yang akan mengeluarkan rekomendasi kepada Dinkes, namun sampai saat ini belum ada.

“Kita lihat dari BPOM RI sudah melakukan penelitian terhadap 30 jenis obat sirup dan ada 5 jenis yang diminta untuk ditarik, namun kita di Jayawijaya ini belum ada rekomendasi dari BPOM Provinsi Papua untuk melakukan pengawasan itu,”ungkapnya saat dihubungi via selulernya, Senin, (24/10).

Menurutnya, sementara razia obat yang ditarik dari peredaran itu berdasarkan perintah Kapolri, artinya ini merupakan kebijakan dari kepolisian sendiri, kalau untuk Dinkes masih menunggu rekomendasi dari BPOM, termasuk daftar list obat yang akan ditarik dari peredaran.

Dokter spesialis bedah RSUD Wamena ini menambahkan, pihknya belum lakukan pengecekan di apotik, karena masih menunggu rekomendasi BPOM dan list obat yang harus ditarik.

“Memang instruksi dari pusat itu sudah ada, namun untuk sampai di daerah harus sesuai dengan regulasi, sebab jika kita ingin masuk ke teman -teman yang punya apotik, maka surat -surat seperti rekomendasi atau surat perintah itu semua harus kita tunjukkan,”katanya.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Bima Ragil Resmi Bertahan, Targetkan  Promosi

Gelandang Persipura Jayapura, Bima Ragil, dipastikan bertahan dan kembali membela tim untuk musim kompetisi Liga…

31 minutes ago

Generasi Muda Port Numbay Penting Mengenal Budaya Leluhur

  Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…

2 hours ago

Komnas HAM Terima Voice Note Pasca Penembakan

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan…

3 hours ago

Perkuat Kemandirian, Uncen Optimalisasi Aset

   Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos, M.Si.,…

4 hours ago

Dua Jenazah Korban Penembakan Dievakuasi

​Evakuasi dua korban tewas—pasangan suami istri bernama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakme—diwarnai kontak tembak antara…

5 hours ago

Siswa SNK Pariwisata Papua Ciptakan Presensi Digital Berbasis WhatsApp

  Inovasi tersebut diluncurkan 21 Juli 2026, bertepatan dengan penyerahan 192 siswa baru. Aplikasi presensi…

6 hours ago