Categories: METROPOLIS

Bongkar Sindikat Curanmor yang Libatkan Oknum TNI

JAYAPURA-Sinyal GPS yang terpasang pada satu unit motor yang dicuri di Sentani Kabupaten Jayapura, akhirnya  jadi titik awal terbongkarnya salah satu sindikat pencurian kendaraan bermotor di Jayapura. Menariknya kasus ini melibatkan oknum TNI  yang kini tengah berproses di Pomdam.

  Kasubdit III Jatanras Polda Papua, Kompol Andyka menjelaskan bahwa terbongkarnya kasus ini pada Sabtu (22/10) sekira pukul 03.00 WIT dimana ada salah satu motor di Jl Pasir Hawai Sentani dicuri dan korban melapor jika dimotornya ini  ada GPS nya dan tim Polres Sentani kemudian meminta backup Polda. Usai dilakukan tracking GPS nya ternyata diketahui keberadaannya ada di asrama dinas di samping RS Marthen Indey, Jayapura.

  “Dari tim kami langsung berkoordinasi dengan POM dan bersama POM mendatangi rumah tersebut dan kami dapati ada oknum anggota TNI yang  menguasai 3 unit sepeda motor dan setelah didalami diperoleh 5 unit motor lainnya,” beber Andyka di ruang kerjanya, Senin (24/10).

   Ditambahkan bahwa saat di kantor POM, pihaknya mencoba mendalami ternyata ada satu pelaku berinisial UH yang merupakan istri dari pelaku yang kami tangkap. Peran UH ini adalah  penyalur uang pembelian. “Jadi uang ini ditransfer lewat rekening istrinya,” tambahnya.

  Usai itu, tim Jatanras terus mengembangkan dan menemukan pelaku TH sedang bersama dua rekannya tapi dalam keadaan mabuk di Pasar Lama, Sentani. “Tiga pelaku yang kami amankan adalah TH, AH  dan VW.  Namun yang paling dominan adalah TH karena ia sebagai pelaku pencurian dan juga penjual,” katanya.

  Dari tangan para pelaku, diperoleh kunci T untuk membuka stang motor, ada juga linggis untuk membongkar pagar ataupun gembok termasuk 2 Hp yang digunakan  untuk penjualan.  Selain itu ada 8 unit motor yang masih di POM.  “Disini kami ketahui setiap mendapatkan barang (motor curian), TH langsung  menghubungi oknum TNI tersebut.  Dan pengakuannya TH aksi ini sudah dilakukan 1 tahun, namun pelaku lain mengaku baru bergabung,” bebernya.

  Untuk harga 1 unit dijual Rp 3 juta dan dua pelaku lainnya AH dan VW juga pernah terlibat, sehingga polisi menyatakan bahwa aksi para pelaku ini merupakan sindikat. Disinggung soal adanya informasi 6 oknum TNI yang terlibat dikatakan pihaknya baru mendapat informasi 1 oknum TNI yang terlibat. “Itu coba nanti konfirmasi ke pihak Pomdam ya sebab kami hanya mendapat data hanya 1 dan saat ini ketiga pelaku sudah kami amankan,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

1 day ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

2 days ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

3 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

3 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 days ago