

WAMENA-Tiga terdakwa kasus penganiayaan dengan kekerasan hingga membuat korban yang merupakan seorang tokoh agama, ibu Pdt. Claarce Rinssampesy meninggal dunia, akhirnya dihukum masing –masing 7 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena. Tiga terdakwa tersebut, masing-masing Michael Sabulai, Akiok Wuka, dan Safe Kosi.
“Kita sudah putuskan perkara penikaman ibu pendeta, kemarin tuntutan terhadap mereka itu 9 tahun penjara dari jaksa, namun kita putuskan 7 tahun karena terdakwa menyesali perbuatannya, tapi terhadap putusan ini para terdakwa tak melakukan banding terhadap putusan ini,”ungkap Ketua Pengadilan Kelas II Wamena Yajid SH , MH kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/10) kemarin.
Menurut Yajid, untuk putusan yang diberikan tidak dilakukan permohonan banding karena waktu yang diberikan 7 hari pasca keputusan ini mereka tidak mengajukan permohonan banding. “Pasal yang disangkakan kepada kepada para pelaku ini adalah pencurian dengan kekerasan, dimana kami telah menjalani sidang ini cukup lama yang terkendala dengan jaksa untuk menghadirkan saksi –saksi dengan penundaan untuk penyiapan tuntutan,”jelasnya
Secara terpisah Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Jayawijaya Richarda Arsenius menyatakan bahwa dalam perkara ini, terdakwa melakukan pencurian dengan kekerasan bersama –sama yakni Akiok Wuka, Safe Kosi dan Michael Sabulai sudah diputus oleh pengadilan Negeri Wamena 7 tahun setelah jaksa menuntut 9 tahun penjara.
“Sekarang tiga terdakwa ini sudah ada di lembaga permasyarakatan Wamena, khusus untuk terdakwa Akiok Wuka ini residivis yang melarikan diri, sehingga sebelum putusan perkara ini ia sudah ada putusan perkara terlebih dahulu,”bebernya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya.
Untuk pidana yang telah dilakukan terdakwa Akiok Wuka menjalani 3 pidana sekaligus. Yakni, untuk kasus pencurian dia harus menjalani 3 tahun, pencurian dengan kekerasan pertama menjalani 3 tahun, dan pencurian dengan kekerasan yang korbannya ibu pendeta ini harus menjalani 7 tahun penjara.
“Untuk Akiok Wuka ini harus menjalani tiga pasal sekaligus karena ia sempat melarikan diri dan melakukan perbuatan yang sama sehingga 13 tahun lamanya ia harus menjalani hukuman di Lapas Wamena.”tutur Arsenius. (jo/tri)
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…