Categories: PEGUNUNGAN

Tempatkan Tenaga Medis di Bandara Sentani dan Jalur Darat Yalimo

Marthin Yogobi, SH, M.Hum ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Wilayah Lapago Marthin Yogobi meminta kepada Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua untuk secepatnya menempatkan petugas kesehatan di Bandara sentani Jayapura untuk melakukan rapid test kepada penumpang yang ingin kembali ke Wamena.

  Menurutnya, penempatan personel kesehatan di Bandara Sentani Jayapura sangat penting, karena hasil rapat dengan Asosiasi Bupati sepegunungan Tengah meragukan hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan di Bandara Sentani Jayapura kepada bagi penumpang yang datang ke Wamena.

  “Selaku ketua Tim Gugus Covid Lapago, saya berharap para Bupati di wilayah Lapago mengambil satu kebijakan untuk menempatkan tenaga medis dari Wamena ke Jayapura, sehingga yang melakukan rapid test  terhadap penumpang yang ingin ke wilayah Lapago itu dilakukan oleh petugas kita yang ditempatkan di sana,”ungkapnya Selasa (21/7) kemarin.

  Ia menilai langkah ini perlu dilakukan karena, ada satu penumpang  pada 11 Juli lalu yang  hasil rapid di Sentani itu non reaktif, namun setelah terbang 45 Menit ke Wamena dan diperiksa ternyata reaktif dan ditindak lanjuti dalam swab hasilnya positif.

   “Pemeriksaan yang dilakukan di Bandara Sentani  seperti main -main dan tidak serius menangani hal ini, mungkin juga pemeriksaan rapid di Sentani sampel darahnya diambil di jari sehingga tak maksimal, sebenarnya harus diambil di vena pergelangan tangan baru maksimal,” kata Marthin Yogobi.

   Untuk itu, beberapa Kabupaten di Lapago akan membentuk tim kesehatan sendiri, namun masih akan melihat ketersediaan sumberdaya manusiannya. Apakah  nanti diambil dari Jayapura, Jayawijaya atau dari masing -masing kabupaten, tergantung dari keputusan rapat asosiasi bupati pegunungan tengah.

   Begitu juga dengan usulan pos terpadu di Distrik Benawa, namun usulan dari Pemda Yalimo untuk menempatkan pos itu di Jembatan meteor, laporan yang diterimanya usai palang dibuka beberapa waktu lalu di Kali Kill arus penumpang yang masuk ke Yalimo dari Jayapura cukup tinggi dan tak ada pemeriksaan di sana.

   “Kalau ada pemeriksaan disana, warga yang diperiksa ini mau diarahkan kemana, ini sangat tidak rasional, kita mau suruh datang ke Wamena tak mungkin ia langsung datang pasti akan membaur dengan masyarakat sehingga kita tak mungkin pantau itu,”bebernya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

23 hours ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

23 hours ago

Pelaksanaan PSN Tetap Terkawal di Tengah Memanasnya Film Pesta Babi

Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…

24 hours ago

HIV Masih Tinggi, Tak Bisa Hanya Ditangani Nakes

Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…

1 day ago

Persiapan Kembalikan Massa, Pemkab Lanny Jaya Siapkan Prosesi Adat Lepas Panah Secara Budaya

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali.  Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…

1 day ago

Tan Monj Terpilih Diharapkan Jadi Duta Wisata Daerah

Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…

1 day ago