Categories: PEGUNUNGAN

Hasil Pemeriksaan Rapid Test di Bandara Perlu Dipetakan

WAMENA-Plt. Kepala Bandara Kelas I A Wamena Ferdinand Halattu mengharapkan agar hasil pemeriksaan rapid test para penumpang pesawat yang tiba di Bandara Wamena perlu untuk dipetakan dan dibuatkan laporan dalam bentuk grafik. 

Suasana depan terminal Kedatangan Bandara Wamena yang ramai dari para penumpang yang datang maupun sopir bandara yang mencari penumpang . (FOTO: Denny/ Cepos)

   Menurutnya, selama ini Tim kesehatan melaporkan ke Tim gugus tugas, tapi UPBU tak pernah mendapat laporan berapa banyak penumpang yang reaktif dalam dalam sekali penerbangan. “Kami ingin harus dilakukan evaluasi tiap hari bersama dengan tim kesehatan terkait dengan pemeriksaan di Bandara Wamena.”ungkapnya Kepada Cenderawasih pos Senin (20/7) via selulernya.

   Evaluasi, lanjut Hallatu, sangat penting untuk mengetahui daerah-daerah pandemi Covid -19 mana yang memberi kontribusi banyak penyebaran Covid-19 yang masuk ke Wamena lewat penumpang. Baik itu, dari  Jayapura, Timika, Biak maupun daerah lain, datanya harus dipisah. 

   “Artinya hal ini dilakukan untuk membuat grafik, sebagai contoh penumpang Timika yang banyak kedapatan reaktif, maka ditutup untuk penerbangan timika, atau dari Biak yang menggunakan Hercules, bisa juga ditutup,”katanya.

   Ia menyatakan laporan-laporan seperti ini yang tak pernah diberikan, UPBU hanya mendapatkan informasi lesan saja jika dalam sehari ada berapa orang yang reaktif.  “Kalau ada penumpang yang ditemukan positif selama bandara dibuka berarti penumpang yang duduk disamping kiri atau kanan dari orang yang reaktif itu harus diketahui juga, sehingga kami juga bisa mengantisipasi untuk crew pesawatnya baik pilot maupun pramugari juga berpotensi bisa tertularkan  sehingga  masalah ini yang musti terbuka”bebernya.

   Ferdinand menambahkan jika, tujuan dilakukan koordinasi agar sama -masa melakukan pengawasan sesuai dengan tupoksi masing -masing, sebab dalam pengawasan crew penerbangan juga bisa terkena dampak dari Covid -19. Sebab, secara tidak langsung mereka sudah melakukan kontak dengan orang yang dinyatakan positif dalam pesawat itu.

   “Dengan evaluasi ini,  kita bisa mengambil langkah untuk crew pesawat juga, kalau tidak ada data yang lengkap secara tertulis, bagaimana bisa mengambil langkah -langkah itu, sehingga memang perlu koordinasi yang transparan,”bebernya. (jo/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…

59 minutes ago

Kemendikdasmen Buka Kuota Guru CPNS Tahun 2027

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…

8 hours ago

Papua Utara Akan Genapi Tujuh Wilayah Adat

Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…

9 hours ago

Muller Korban Kedua Persipura?

Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…

10 hours ago

Dari Beban Belanja Perlu Diperhatikan hingga Seberapa Dekat Papua dengan Masa Depan Pasifik

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…

11 hours ago

Kejati Papua akan Periksa Mantan Sekwan

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…

12 hours ago