Categories: PEGUNUNGAN

Tukang Ojek di Wamena Jadi Sasaran Curas

WAMENA-Polres Jayawijaya menyatakan mengungkapkan modus dari para pelaku pencurian dengan kekerasan (Jambret) selalu menjadikan  tukang ojek di Jayawijaya yang menjadi sasarannya. Pasalnya kasus yang dialami korban Sali (52) sama seperti yang terjadi di Distrik Pelebaga awal tahun 2020  lalu, dimana para pelaku memanfaatkan kelengahan tukang ojek dalam mencari penumpang.

AKP. Suheriadi, SIK ( FOTO: Denny/ Cepos)

   Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim AKP Suheriadi menyatakan usai melakukan interogasi kepada dua pelaku jambret yang tertangkap pekan lalu yakni FY dan WW memang  mengaku baru pertama kali melakukan aksi jambret. Namun keterangannya tak bisa dipercaya, karena dari modus yang dilakukan kejahatan seperti ini sudah sering terjadi di Wamena.

  “Namanya pelaku kalau dimintai keterangan selalu menyatakan pertama kali, namun kalau dilihat dari modus yang dilakukan ini sudah bukan pertama kalinya, karena telah diatur dengan baik ada yang mengumpan dan ada yang menunggu di satu tempat,”ungkapnya Senin (20/7) kemarin kepada Cenderawasih pos via selulernya.

   Menurutnya, modus yang selama ini dilakukan oleh para pelaku yakni memanfaatkan kelengahan dari tukang ojek, seperti yang terjadi pada di Jalan Trans Kimbim dimana satu orang pelaku menaiki ojek dari arah Kota Wamena, hingga sampai di Jalan Trans Kimbim ada 3 pelaku lainnya yang sudah menunggu di sana.

  “Usai menurunkan pelaku, tukang ojek itu dianiaya dan barang miliknya seperti HP, dompet dibawa kabur oleh para pelaku, beruntung dalam aksi itu ada warga yang melihat hingga dua pelaku berhasil diamankan,”jelas Kasat Reskrim Polres Jayawijaya.

   Karena itu, ia  berharap para tukang ojek di Jayawijaya perlu selalu waspada dan tidak lengah, karena mereka ini menjadi incaran dari para pelaku kejahatan apalagi dalam situasi sulit seperti pandemi covid -19 ini, dan modus seperti ini bukan pertama kali.

  “Kalau dalam kasus ini pastinya tukang ojek yang selalu menjadi sasaran aksi kekerasan, oleh karen itu kita minta warga yang berprofesi sebagai tukang ojek untuk selalu waspada dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari,” beber Suheriadi.

   Sementar itu, untuk dua pelaku jambret  yang melarikan diri hingga saat ini masih terus dilakukan pencarian. Pasalnya usai melakukan aksi   mereka belum pernah kembali ke kampungnya dan masih bersembunyi. “Kami sudah kantong identitas mereka dan masih terus dilakukan pencarian,”tutup Suheriadi. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

6 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

8 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

9 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

10 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

11 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

12 hours ago