Categories: PEGUNUNGAN

Dukung Ruang Isolasi RSUD Wamena, Pemda Lanny Jaya Bantu Rp 1 M

Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA- Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom menyatakan Pemda Lanny Jaya membantu RSUD Wamena mengembangkan ruang Isolasi pasien Covied-19  sebesar Rp 1 Miliar untuk menambah ruangan. Bupati Befa juga meminta seluruh bupati di daerah Pegunungan Tengah Papua untuk bersatu membantu RSUD Wamena, sebab di kabupaten pemekaran belum ada. 

   “Sebagai bupati dan juga ketua asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua, saya minta untuk bupati -bupati pegunungan bersatu dan berikan anggaran. Hari ini saya berikan Rp 1 Miliar besok bisa tambah 2 miliar lagi tergantung kepentingan bersama di Pegunungan Tengah Papua,”ungkapnya Jumat (20/3) kemarin.

  Menurut Befa, Pemda Jayawijaya tak mungkin bergerak sendiri dalam mempersiapkan ruang isolasi, karena fasilitas RSUD, kelengkapannya perlu didukung. Contoh Tim dokter di Kabupaten Tolikara bisa juga diperbantukan di RSUD Wamena, bagaimana menerbangkan pasien dari Mamberamo Tengah pesawatnya yang mana, pesawat juga harus didesain khusus juga.

  “Kita harus carter pesawat dari bulan ini sampai Desember harus standby untuk mengangkut pasien dan itu harus dibayar,”kata befa.

   Ia memastikan jika penanganan Covid 19 ini merupakan perintah presiden RI, dan memerintahkan Gubernur , Bupati dan Wali kota atau kepala daerah untuk mengamankan warganya. Artinya, apapun bisa dilakuan bersama,  karena tantangan yang besar, fasilitas dan SDM kurang , maka 10 Bupati Pegunungan Tengah harus wajib bersatu.

  “Bupati yang wajib bersatu itu khususnya Yahukimo ,  Nduga, Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara , Yalimo, Mamberamo Tengah dan Puncak Jaya   yang akses pintu masuknya satu, kalau Pegunungan Bintang langsung ke Jayapura  dan Puncak dari Timika,”bebernya.

   Bantuan dukungan anggaran yang diberikan, lanjut Befa, agar warganya bisa terlayani di Wamena, karena di RSUD Wamena kebanyakan yang menjadi pasien adalah warga dari Lanny Jaya , Mamteng , tolikara , Nduga,  yalimo  dan Yahukimo, bukan hanya warga Jayawijaya saja, dan itu yang pasien penyakit biasa.

  “Kalau warga kita ini yang kena penyakit   yang sedang berkembang ini apa jadinya, kalau pemerintahnya diam? Tak bisa kita sebagai pemimpin daerah  hanya diam saja,”tuturnya.

   Kalau Bupati berdiam diri dan tidak ambil bagian sehingga warganya ditolak untuk dilayani nanti bagaimana, tapi tidak mungkin RSUD Wamena tolak karena ini menyangkut kemanusiaan, sehingga ia meminta dengan kerelaan hati pemerintah daerah  di pegunungan   bersatu menyikapi masalah ini. (jo/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

TPP Tiga Bulan ASN Pemprov Papua Cair September ini

  Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…

32 minutes ago

Pasca Kebakaran, Pemukiman Mandala Akan Ditata Ulang

  Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…

2 hours ago

Dikepung Tim Gabungan, Empat Anggota KKB Yahukimo Tewas

Jadi aparat mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya kelompok Batalyon Eden…

7 hours ago

Waspadai Ancaman Ganda El Nino

Bayangkan saja jika satu kota dilanda cuaca ekstrim seperti hujan es selama berbulan-bulan dan tak…

8 hours ago

Alfredo Yakin Mengembalikan Persipura ke Liga 1

Direktur Sepakbola Persipura, Alfredo Vera, menegaskan bahwa siapapun yang datang menukangi Persipura pasti memiliki beban.…

9 hours ago

Daerah Rawan Siap Dipasang CCTV

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…

9 hours ago