Namun, melalui inisiatif dan kreativitas pemilik lahan serta masyarakat setempat, kawasan tersebut kini mulai menunjukkan potensi wisata yang menjanjikan.
“Hari ini kita melihat Kampung Wisata Aitok. Dalam bahasa daerah, Aitok itu diperkirakan daerah yang tidak bisa dikembangkan. Tapi hari ini pemilik tempat bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi masyarakat dan siapa saja yang datang menikmati alam,” jelasnya
Kata Bupati Murib, perubahan tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan yang sebelumnya kering menjadi kolam ikan, kebun kopi, area wisata, serta keberadaan air terjun yang eksotis.
“Kunci utama pengembangan adalah kemauan untuk berbuat terlebih dahulu, bukan menunggu bantuan dari pemerintah. Jangan menunggu bantuan proposal dari pemerintah. Ketika ada keinginan dan aksi nyata, pemerintah akan datang melihat dan melakukan pendampingan sesuai kemampuan yang ada,”katanya
Mantan Dandim 1702/Jayawijaya ini mencontohkan beberapa kelompok masyarakat di Distrik Wolo yang sebelumnya berinisiatif mengembangkan wisata alam secara mandiri. Setelah melihat hasil nyata, pemerintah kemudian memberikan bantuan sebagai bentuk respons dan dukungan.
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…