Namun, melalui inisiatif dan kreativitas pemilik lahan serta masyarakat setempat, kawasan tersebut kini mulai menunjukkan potensi wisata yang menjanjikan.
“Hari ini kita melihat Kampung Wisata Aitok. Dalam bahasa daerah, Aitok itu diperkirakan daerah yang tidak bisa dikembangkan. Tapi hari ini pemilik tempat bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi masyarakat dan siapa saja yang datang menikmati alam,” jelasnya
Kata Bupati Murib, perubahan tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan yang sebelumnya kering menjadi kolam ikan, kebun kopi, area wisata, serta keberadaan air terjun yang eksotis.
“Kunci utama pengembangan adalah kemauan untuk berbuat terlebih dahulu, bukan menunggu bantuan dari pemerintah. Jangan menunggu bantuan proposal dari pemerintah. Ketika ada keinginan dan aksi nyata, pemerintah akan datang melihat dan melakukan pendampingan sesuai kemampuan yang ada,”katanya
Mantan Dandim 1702/Jayawijaya ini mencontohkan beberapa kelompok masyarakat di Distrik Wolo yang sebelumnya berinisiatif mengembangkan wisata alam secara mandiri. Setelah melihat hasil nyata, pemerintah kemudian memberikan bantuan sebagai bentuk respons dan dukungan.
Pemerintah Provinsi Papua mulai mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan…
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan…
Meski demikian penerimaan mahasiswa baru di UNIKA tahun ini ini bersifat terbatas karena banyak faktor,…
Tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua mengamankan tiga orang terduga pelaku kasus penadahan…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…