Categories: PEGUNUNGAN

Dukung Kebijakan Negara, Bukan Pemberontak

Kol Inf M Aidi ( FOTO : Elfira/Cepos)

Kapendam: Ini Bukan Pertama Kalinya Bupati Nduga Minta Tarik Pasukan

JAYAPURA- Pernaytaan  Bupati Nduga Yairus  Gwijangge, yang memerintahkan Presiden  Joko Widodo untuk  menarik pasukan non organik TNI dari Nduga guna menghentikan konflik yang terjadi di daerah tersebut, ditanggapi pihak TNI.

  “Silahkan saja meminta kalau dikasih, ini bukan pertama kalinya mereka meminta penarikan pasukan tersebut. Sejak dulu mereka meminta penarikan pasukan, namun perlu diingat bahwa  Nduga bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur oleh negara,” ungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Kol. Inf M Aidi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Jumat (19/7).

   Ia menegaskan terkait dengan penempatan pasukan militer di manapun yang ada di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah urusan negara yang tidak bisa diganggu oleh  urusan lain.“Tidak ada sejengkalpun wilayah NKRI yang tidak  bisa dimasuki oleh  aparat keamanan,” tegas Aidi.

   Selaku kepala daerah, seharusnya Yairus  Gwijangge mendukung kepentingan nasional bukan malah mendukung kepentingan para pemberontak. Dimana saat ini sedang berlangsung  proyek strategis nasional di daerah tersebut dan seorang kepala daerah wajib hukumnya mendukung kebijakan negara dengan mensukseskan pembangunan strategi negara.

   “Kalau dia tidak mendukung, itu berarti dia melakukan pembangkangan terhadap negara,” ucap Aidi.

   Menurutnya, saat ini pembangunan strategis nasional yang ada di Nduga sedang terganggu  karena adanya pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok sparatis. Sehingga itu, pembangunan infrastruktur di daerah tersebut diambil alih oleh TNI.

   TNI sendiri lanjut Aidi, tidak menutup akses untuk masuk ke daerah tersebut. Sebagaimana tertutupnya akses dikarenakan tidak ada infrastruktur.“Perlu diingat bahwa konflik yang terjadi di Nduga bukan karena  hadirnya TNI-Polri, melainkan karena adanya pemberontak yang mengangkat senjata secara illegal. Harusnya bupati bijaksana  menghimbau kepada pelaku tindakan kriminal untuk menyerahkan diri kepada hukum, bukan justru terkesan membela,” tuturnya.

  Terkait situasi terakhir di Kabupaten Nduga kata Aidi kondusif, namun situasi kondusif tersebut juga dimanfaatkan sebagian orang dengan menyebar isu ada ratusan pengungsi yang dikabarkan  meninggal dunia. Padahal, hingga saat ini Nduga tidak punya data kependudukan. (fia/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan

  Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, uji coba ini merupakan bagian…

6 minutes ago

Warga Mimika Diimbau Tidak Konsumsi Air Hujan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau warga untuk tidak menampung maupun mengonsumsi air…

37 minutes ago

Sidak Kantor Dukcapil, Rustan Saru: Bebas Pungli dan Calo!

   Langkah peninjauan langsung ini dilakukan oleh wakil walikota Jayapura itu guna mengevaluasi kualitas pelayanan…

1 hour ago

Revitalisasi Pasar Youtefa untuk Akselerasi Ekonomi

  Menurut Rustan, pihaknya meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan UKM agar mendukung…

2 hours ago

Polres Mimika Bongkar Jaringan Sabu Lintas Provinsi, Tiga Pelaku dan 39 Paket Diamankan

Ketiga tersangka yang diamankan berinisial R alias I (29), N alias A (26), dan M…

3 hours ago

Cegah Peredaran Narkoba, Polda Papua dan BNNP Papua Bersinergi

Kepolisian Daerah Papua bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua meneguhkan komitmen bersama dalam mencegah…

3 hours ago