Ia juga mengaku jika untuk pemberian makanan tambahan 3 kali dalam sehari itu di formulasikan dalam pembiayaan seperti 2 kali dibebankan kepada dana desa yang dikolaborasikan dengan anggatan yang ada di Distrik dan OPD terkait, sementara yang satu kali akan dibiayani oleh anggaran BOK Dinas Kesehatan.
“ini dilakukan agar layanan kita bisa 3 kali makan dalam sehari dengan standar gizi yang sudah ditetapkan oleh dinkes, kita juga akan menjadikan puskesmas Wamena kota sebagai puskesmas pervontohan penanganan stunting,”beber Tumbo.
Kata Mantan PJ Sekda Provinsi Papuanpegunungan, Puskesmas Wamena Kota akan dijadikan Puskesmas Percontohan penanganan Stunting karena meliliki paseian stunting yang lebih besar dibandingkan dengan Distrik yang lain, pihaknya juga akan melakukan kolaborasi dengan pemerintah Provinsi Papua pegunungan yang mana akan menyerahkan bahan makanan tambahan,.
“kita kiuga akan membagikan makanan tambahan ke sejumlah distrik yang masuk dalam lokus menangfanan stunting, kami juga mengajak agar masyarakat untuk telibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat sebab membangun daerah ini tak mungkin pemda jalan sendiri,” katanya. (jo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…