

PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemda Jayawijaya meminta kepada OPD teknis untuk melihat data penerima hibah dan bantuan agar benar –benar tepat sasaran kepada masyarakat yang yang membutuhkan, artinya jangan sampai dalam penyaluran bantuan itu masyarakat yang tergolong mampu dapat dan masyarakat yang benar –benar tidak mampu malah tidak dapat.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakan pemerintah berharap data penerima bantuan ini adalah benar –benar masyarakat yang membutuhkan atau masyuarakat yang terdata sebagai miskin Ekstrim,
“bantuan ini tak boleh diberikan kepada orang yang kategori mampu, atau yang seharusnya dapat malah tidak dapat dan yang tidak dapat malah mendapatkan bantuan itu , jangan terbalik dan harus diluruskan betul pelaksanaannya,”ungkapnya Kamis (18/4) kemarin.
Menurutnya, untuk data yang ada nanti pemerintah akan melakukan penyempurnaan lagi untuk kepentingan pelayanan dasar masyarakat, ini yang penting dilakukan agar upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim di wilayah Jayawijaya ini dapat tercapai sepenuhnya.
“pengentasan miskin ekstrim ini adalah program pemerintah pusat yang diturunkan kepada pemerintah daerah , oleh karena itu sudah menjadi tugas kita untuk memastikan bantuan yang disalurkan pemerintah tepat kepada masyarakat yang membutuhkan,”jelas Sumule Tumbo.
ia juga mengaku jika bantuan yang disalurkan ada yang bersumber dari APBN da nada yang bersumber dari APBD, oleh karena itu perlu dipastikan lagi pendataannya, sebab kalau untuk BLT yang disalurkan Kantor Posindo dan beras bantuan pangan itu bersumber dari APBN, sementara untuk miskin ekstrim ini ada APBD Kabupaten Jayawijaya.
“ini harus dipastikan datanya agar penyalurannya tidak tumpang tindih dan harus merata kepada seluruh masyarakat yangberhak menerima bantuan tersebut,”kata Tumbo
PJ BUpati juga mengakui jika hingga saat ini dinas social masih terus menyalurkan bantuan miskin ekstrim kepada mayarakat yang terdata, dan disalurkan untuk setiap distrik sehingga ada penjadwalan yang telah dibuat sebelumnya untuk bisa dilakukan peyaluran dengan baik.
“sampai sekarang saya belum tahu persis bera ajumlah kampung dan distrik yang sudah terlayani, dan berapa yang belum, nanti kita akanberkoordinasi dengan kepala dinas Sosial untuk mencari data tersebut,” tutupnya (jo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…