Categories: PEGUNUNGAN

Belum Ada Sarpras, Pengawasan Daging Secara Manual

Masyarakat Jayawijaya saat menyembelih ternak babi untuk acara bakar batu Desember lalu. Hingga saat ini pengawasan daging ternak dilakukan secara manual  oleh petugas yang turun ke lapangan. ( foto: Denny/ Cepos)

WAMENA-Pemkab Jayawijaya hingga kini belum memiliki peralatan yang mutakhir untuk melakukan pengawasan terhadap daging olahan yang sudah dikemas maupun ternak hidup yang masuk ke Jayawijaya. Pengawasan yang dilakukan selama ini  hanyalah secara manual dengan menurunkan tim ke  lapangan.

  Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya Hendri Tetelepta mengakui pihaknya memang belum memiliki peralatan untuk mendeteksi apakah daging aman atau tidak untuk dikonsumsi. Namun, pihaknya selalu menurunkan tim untuk melakukan pengecekan secara langsung apakah daging yang diproduksi baik olahan yang dikemas atau ternak sembelihan layak atau tidak. 

  “Upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah daging atau ternak yang masuk (Wamena.red) terinfeksi atau tidak, kita pemantauan secara manual, karena tidak punya Sarpras yang mendetail kita turunkan tim untuk melihat itu,” ungkapnya Sabtu (17/1) kemarin 

   Hingga kini, kata Hendri,  Pemkab Jayawijaya belum memiliki stasiun karantina seperti yang ada di Merauke, Timika dan Kabupaten Biak Numfor. Untuk melakukan pengecekan terhadap daging dari ternak yang berasal dari luar daerah ke Jayawijaya yang sering diperjualkan di beberapa pertokoan. Sedangkan di Jayawijaya untuk daging itu masih dikirimkan dari luar Papua.

   “Di daerah itu karantina dalam bentuk stasiun, dimana semua sarana prasarana dari kementerian termasuk gaji, pendanaan ada disana, sehingga mereka bisa melakukan pengawasan setiap daging ternak yang masuk kesana” katanya.

   Hendri mengharapkan semua daging olahan maupun ternak babi yang masuk ke Jayawijaya sudah melalui karantina, sehingga bagi masyarakat yang mengkonsumsinya juga tidak berdampak pada kesehatan masyarakat itu sendiri.

   “Kami berharap semua daging olahan di Jayawijaya yang masuk ini harus melalui karantina, sehingga kelayakan daging tersebut untuk diperjualbelikan, bahkan dikonsumsi masyarakat juga tak berdampak pada kesehatan,”beber Kadis Pertanian Pemda Jayawijaya.

   Ia memastikan pihaknya juga memberikan vaksin terhadap ternak babi di Jayawijaya agar aman untuk dikonsumsi. Ini dilakukan agar ternak babi yang ada di Jayawijaya bebas dari penyakit Hoc kolera. “Supaya penyakit dari luar tidak menulari kita punya ternak lokal, kita berikan vaksinasi yang baik pada setiap ternak babi di Kabupaten Jayawijaya, namun babi yang telah tervaksin ini masih aman untuk dikonsumsi,” bebernya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dua Tersangka Kasus Ganja Dilimpahkan ke Jaksa

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…

16 minutes ago

BGN Hentikan Sementara 14 SPPG di Papua

  Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…

1 hour ago

Wali Kota: Setiap Bantuan Wajib Diawasi dan Didampingi!

  “Setiap kegiatan atau program, khususnya pembinaan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana maupun alat…

2 hours ago

Warga Wajib Perhatikan Jarak Pasang Atribut HUT RI dari Jaringan Listrik PLN

   PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebut jarak aman pemasangan…

3 hours ago

Retribusi Parkir Jadi Potensi PAD, Pemda Diminta Optimalkan Pengelolaannya

Dijelaskan, selama ini, aktivitas parkir terus meningkat seiring bertambahnya kendaraan dan berkembangnya pusat-pusat perdagangan, perkantor

4 hours ago

Tinggal Sepekan Lagi HUT RI,  Nuansa Kemerdekaan Masih Minim

Bupati Jayapura Yunus Wonda sebelumnya telah menerbitkan imbauan agar peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya…

5 hours ago