Categories: PEGUNUNGAN

Tegaskan Razia Sajam, Miras dan Kendaraan Tak Jelas Belum Berakhir

WAMENA – Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya memastikan  jika razia terhgadap sajam , miras dan Kendaraan tanpa identitas lengkap belum berakhir, dan masih terus dilakukan dalam Kota Wamena dan sekitarnya,  seperti yang dilakukan di pasar jibama sabtu (14/10) kemarin aparat berhasil sita 11 Sajam dari masyarakat.

Razia tersebut rutin digelar Polres Jayawijaya guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas di Kota Wamena terkait maraknya masyarakat yang membawa alat tajam yang dapat memicu terjadinya tindak pidana. Oleh karena itu aparat melaksanakan razia di areal Pasar Jibama dan Jalan J.B. Wenas Wamena,

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Komarul Huda, SH menyatakan bahwa kegiatan razia ini dilakukan oleh Polres Jayawijaya sebagai upaya pencegahan terhadap terjadinya tindak pidana di Wamena. Selain itu kegiatan kepolisian ini juga dapat meminimalisir ruang gerak bagi para pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya.

“Dalam razia kali kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa   2 Unit motor tanpa surat dan tanpa kunci kontak, Bilah Sajam terdiri dari 10 pisau dan 1 bilah Clurit serta 1 buah Ketapel,” ungkap Kabag Ops kemarin

Ia juga memastikan jika razia ini sekaligus menunjukan jika upaya kepolisian dalam memberikan penekanan terhadap para pelaku kejahatan dalam kegiatan razia dengan sasaran Sajam , Miras dan kendaraan tanpa identitas jelas masih belum selesai dan akan terus dilakukan  dalam wilayah kota Wamena dan sekitarnya

“kami tegaskan bahwa kegiatan kepoliain yang ditingkatkan dalam razia terhadap Sajam, Miras dan kendaraan yang tidak jelas ini masih belum berakhir, bahkan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menekan kriminalitas di Jayawijaya,”tegas AKP Komarul Huda

Selain itu Kabag Ops juga menghimbau bagi warga masyarakat di Kabupaten Jayawijaya untuk bisa menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif dengan tidak membawa alat tajam apabila memasuki kota, karena hal ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“kami harapkan kepada masyarakat untuk tidak membawa alat tajam saat melakukan aktifitas dalam Kota Wamena, penggunaan sajam sepeti parang, kampak itu hanya bisa digunakan saat bekerja membuka kebun, kalau di kota tak tidak diijinkan untuk dibawa,”bebernya. (jo)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

9 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

10 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

11 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

12 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago