

Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH memberikan keterangan pers di halaman GPDI El Shaday Wamena Jumat (14/3) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemkab Jayawijaya masih terus menginginkan agar program melek huruf harus terus dilakukan di wilayah tersebut, lantaran masih banyak para orang tua yang belum melek huruf, oleh karena itu harus ada metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan.
Bupati Jayawijaya Athenius Murib , SH, MH menyatakan metode belajar huruf Bung Karno yang saat ini digaungkan kembali, sama seperti metode yang pernah diterapkan oleh para misionaris ketika masuk ke wilayah Jayawijaya dan dirinya merupakan saksi hidup dan merasakan sendiri metode tersebut.
“Jadi saat saya masuk SD saya sudah bisa membaca, metode pembelajarannya seperti a i u e o, dan yang mengajarkan adalah guru-guru di sekolah minggu konsepnya tidak masuk dalam pendidikan sekolah resmi dan itu sangat efektif,”ungkapnya di halaman gedung Gereja GPDI El Shaday Wamena Jumat (14/3) kemarin.
Ia juga mengaku pada masa itu misionaris datang ke wilayah Pegunungan tengah Papua dan mengejarkan metode itu agar masyarakat bisa membaca alkitab dan melakukan penginjilan dengan dasar pembelajarannya hanya membaca seperti metode belajar huruf bung Karno itu.
Page: 1 2
Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DI (38) dan A (28). Penangkapan ini merupakan tindak…
Kossay menyebut peristiwa ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat makna strategis yang memunculkan beragam…
‘’Yang dia berikan kepada kami foto copy STNK. Aslinya tidak ditunjukkan. Kemudian BPKB juga tidak…
Kepada wartawan di Universitas Cenderawasih (Uncen) pada, Senin (20/1/2026) pria yang akrab disapa Pigai itu…
Nilai proyek pembangunan dermaga apung Marampa tahap IV yang tercantum dalam daftar pelaksana anggaran (DPA)…
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal melakukan sidak terhadap perusahaan baja asal Tiongkok…