

Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH memberikan keterangan pers di halaman GPDI El Shaday Wamena Jumat (14/3) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemkab Jayawijaya masih terus menginginkan agar program melek huruf harus terus dilakukan di wilayah tersebut, lantaran masih banyak para orang tua yang belum melek huruf, oleh karena itu harus ada metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan.
Bupati Jayawijaya Athenius Murib , SH, MH menyatakan metode belajar huruf Bung Karno yang saat ini digaungkan kembali, sama seperti metode yang pernah diterapkan oleh para misionaris ketika masuk ke wilayah Jayawijaya dan dirinya merupakan saksi hidup dan merasakan sendiri metode tersebut.
“Jadi saat saya masuk SD saya sudah bisa membaca, metode pembelajarannya seperti a i u e o, dan yang mengajarkan adalah guru-guru di sekolah minggu konsepnya tidak masuk dalam pendidikan sekolah resmi dan itu sangat efektif,”ungkapnya di halaman gedung Gereja GPDI El Shaday Wamena Jumat (14/3) kemarin.
Ia juga mengaku pada masa itu misionaris datang ke wilayah Pegunungan tengah Papua dan mengejarkan metode itu agar masyarakat bisa membaca alkitab dan melakukan penginjilan dengan dasar pembelajarannya hanya membaca seperti metode belajar huruf bung Karno itu.
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…
Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…
Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…
Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…