“Aksi saling serang kemarin memang terjadi pada pagi hari dan sore hari karena jadwal ibadah yang tak sinkron untuk penggunaan gedung gereja dari dua jemaat yang berbeda sehingga memicu kesalahpahaman dan memicu aksi saling serang itu terjadi,”jelas Anak Agung.
“Untuk korban luka ini sampai saat ini yang terdata oleh Polres Jayawijaya adalah enam orang, semuanya sudah mendapat perawatan di RSUD Wamena,”katanya.
Kapolres juga berharap untuk masalah jadwal ibadah yang ada saat ini bisa dibicarakan baik -baik dengan dua pimpinan gereja tersebut dan mengambil kesepakatan yang terbaik dan bisa diterima kedua belah pihak agar tujuan yang baik untuk beribadah tidak terganggu dengan aksi -aksi kekerasan yang disebabkan karena masalah kecil.
“Sebenarnya kami sangat menyangkan tujuan yang baik untuk beribadah, harus berakhir dengan aksi saling serang antara dua jemaat, oleh karena itu ia mengharapkan pimpinan gereja harus mengambil kebijakan dan keputusan yang baik untuk menyelesaikan masalah ini,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…