“Aksi saling serang kemarin memang terjadi pada pagi hari dan sore hari karena jadwal ibadah yang tak sinkron untuk penggunaan gedung gereja dari dua jemaat yang berbeda sehingga memicu kesalahpahaman dan memicu aksi saling serang itu terjadi,”jelas Anak Agung.
“Untuk korban luka ini sampai saat ini yang terdata oleh Polres Jayawijaya adalah enam orang, semuanya sudah mendapat perawatan di RSUD Wamena,”katanya.
Kapolres juga berharap untuk masalah jadwal ibadah yang ada saat ini bisa dibicarakan baik -baik dengan dua pimpinan gereja tersebut dan mengambil kesepakatan yang terbaik dan bisa diterima kedua belah pihak agar tujuan yang baik untuk beribadah tidak terganggu dengan aksi -aksi kekerasan yang disebabkan karena masalah kecil.
“Sebenarnya kami sangat menyangkan tujuan yang baik untuk beribadah, harus berakhir dengan aksi saling serang antara dua jemaat, oleh karena itu ia mengharapkan pimpinan gereja harus mengambil kebijakan dan keputusan yang baik untuk menyelesaikan masalah ini,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…
Bupati Thomas mengatakan, kehadiran gubernur dalam peresmian Rumah Jew merupakan penghormatan lantaran itu kesempatan langkah.…
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penegasan batas daerah antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten…