Categories: PEGUNUNGAN

RSUD Wamena Tunggu Teknisi Uji Coba PCR

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi saat berbincang dengan Direktur RSUD Wamena Dr. Felly Sahureka. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua   memastikan  alat Polimerase Chain Reaction (PCR)   kini telah terpasang di RSUD Wamena dan  akan segera dilakukan uji coba alat. Hanya saja, pihaknya masih menunggu teknisi dari Labkesda Jayapura apabila nanti sudah bisa dioperasikan maka proses untuk melakukan rapid test per wilayah akan dilakukan.

  “Saat ini kita tinggal berkoordinasi dengan Provinsi agar orang yang datang untuk melakukan running PCR tersebut, sehingga bisa segera dioperasikan,”ungkapnya Sabtu (14/6) kemarin.

   Usai alat itu dapat dioperasikan, kata Jhon Banua, akan dilakukan rapid tes yang disebut tutup areal, contoh seperti areal dalam kota yang padat penduduk seperti Gang Nirwana. Komplek itu harus ditutup total untuk dilakukan rapid test. Apabila disitu semua non reaktif berarti daerah itu daerah hijau dan akan berpindah tempat lagi ke wilayah lain.

   “Jadi kita benar -benar yakinkan daerah itu sehingga tak boleh ada yang tinggal dalam rumah saat dilakukan rapid test di wilayah tersebut. Bagi yang sudah lakukan rapid test, juga akan dilihat sudah berapa lama melakukan rapid tes karena kalau sudah lewat dari 14 hari bisa dilakukan rapid test ulang,”katanya

   Secara terpisah Direktur RSUD Wamena dr. Felly Sahureka mengakui untuk tenaga yang akan dipersiapkan mengoperasikan PCR adalah tenaga full yang ada di Lab, dan mereka akan masuk sesuai dengan Shif, karena ada tiga shif untuk dimaksimalkan untuk melakukan pemeriksakan itu.

   Ia juga memastikan pagi ini akan datang tim dari Labkesda untuk membantu uji coba awal dan training. Sebenarnya traning sudah dilakukan melalui webiner beberapa hari lalu, tetapi ia mau uji coba saat mereka dari Labkesda Provinsi datang ke Wamena hari minggu ini, diharapkan besok sudah bisa selesai dan sudah bisa menjalankan alat itu.

  Menurut dr Felly, untuk alat yang akan dioperasikan dalam waktu 24 Jam bisa melakukan pemeriksaan terhadap 80 sampel Swab yang akan diperiksakan dalam 4 Chamber yang satu Chamber bisa diisi dengan 20 sampel Swab , dan alat itu juga harus diistirahatkan juga dalam sehari itu 4 jam.

  “Kalau 4 chamber itu terpakai dalam waktu 24 jam itu membaca sampel Swab itu 45 menit sehingga kalau dimanfaatkan semua berarti ada 80 sampel yang bisa diperiksa dalam sehari,”tutupnya. (jo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

8 hours ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

9 hours ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

9 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

10 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

10 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

11 hours ago