Categories: PEGUNUNGANBIAK

40 Panwas Distrik Demo Bawaslu Jayawijaya

Kabag Ops Polres Jayawijaya saat melakukan koordinasi dengan 40 Panwas distrik yang melakukan aksi demo di kantor Bawaslu Jayawijaya. (FOTO : Denny/Cepos

WAMENA – 40 Panitia Pengawas (Panwas) distrik se Jayawijaya, Sabtu (13/4) sore mendatangi kantor Bawaslu   untuk mempertanyakan anggaran yang diperuntukan bagi pengawas lapangan (PPL) dan juga teknisi sekretariat Panwas distrik. Mereka mempertanyakan anggaran yang diberikan kepada setiap PPL sebagai uang perjalanan dinas   saat   pencoblosan 17 April nanti, dimana setiap PPL hanya diberikan Rp 150 ribu.

  Koordinator aksi, Nelce Wamo dari Panwas Distrik Wamena Kota mengatakan, di hari pencoblosan Bawaslu Kabupaten Jayawijaya sudah mencairkan ke setiap distrik, namun peruntukan untuk perjalanan dinas PPL tidak ada, sementara yang ada hanya Rp150 ribu.

 Dalam RAB yang disampaikan ke panwas distrik, kata Nelce Wamo, tidak ada perjalanan dinas untuk PPL. Padahal PPL itu tugasnya banyak sekali, ia harus kawal logistik dari distrik ke kampung, dari kampung-kampung ke TPS dan dia harus ambil bukti bahwa logistik sudah di tempat, tetapi dananya tidak dianggarkan.

  “Jadi diberikan Rp 150 ribu  untuk satu PPL ini, dimana wilayah kerjanya satu kampung. Contoh di distrik Wamena Kota, kelurahan wamena kota itu ada 67 TPS, dan secara logika tidak mungkin dengan uang Rp 150 ribu ,  harus memantau sebanyak 67 TPS, belum beli makan, beli pulsa untuk komunikasi, bensin kendaraannya dana itu sangat tidak cukup, sehingga hari ini kami buat aksi dasarnya tidak ada transparansi,” ungkapnya Sabtu kemarin

  Begitu juga dengan teknisi di sekretariat panwas distrik berjumlah tujuh orang, dimana jika honor teknisi sendiri memang telah dibayarkan hanya saja untuk operasional saat pencoblosan perjalanan dinas dari teknisi itu yang tidak dianggarkan.

  “Dari hasil pertemuan dengan Bawaslu, mereka hanya bisa menambahkan untuk perjalanan dinas PPL, dengan berupaya mengalihkan pos-pos dana lain untuk penambahan perjalanan dinas PPL,” ujarnya

  Dalam aksi itu, Panwas distrik juga mengancam jika   tidak direspon, maka mereka tidak akan bekerja dan membiarkan Bawaslu kabupaten saja yang bekerja mengawasi jalannya pelaksanaan pemilu di Kabupaten Jayawijaya.

 Menanggapi hal ini, Ketua Bawaslu Jayawijaya, Fredy Wamo menjelaskan bahwa soal anggaran, komisioner sama sekali tidak mengurusi. Dimana hal itu ditanggung langsung oleh sekretaris dan bendahara. “Kami sudah tanda tangan soal pakta integritas, sehingga komisioner bukan sebagai kuasa anggaran. Tetapi dengan kesepakatan yang dicapai, kami akan coba melihat kembali,”  tegas Fredy kemarin.(jo/tri)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago