

Kondisi Jalan Irian Atas yang tergenang air kiriman dari Distrik Walaik, Napua dan Pelebaga, Senin, (13/3), kemarin. (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA–Hujan deras yang terjadi di Wilayah Distrik Walaik, Napua dan Pelebaga menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kota Wamena seperti Hom –hom, Jalan Irian Atas, Jalan Bhayangkara tergenang air. Selain menggenangi jalan raya, air kiriman dari Distrik Walaik, Napua dan Pelebaga ini juga menggenangi sejumlah rumah warga.
Kondisi ini juga diperparah oleh Kali Baliem yang masih meluap, sehingga aliran air dari Kota Wamena susah keluar dan alirannya kembali ke Kota, sehingga timbul banjir di beberapa titik. Ironisnya, banjir tersebut terjadi pada saat cuaca dalam kota Wamena tidak terjadi hujan. Air kiriman ini juga menggenangi APMS yang ada di Jalan Irian Atas.
Akibat dari banjir ini, masyarakat yang menjadi korban banjir mendatangi Kantor Otonom Pemda Jayawijaya guna meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan guna mengatasi banjir tersebut . Bahkan warga meminta jembatan di Jalan Bhayangkara Atas dibongkar.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, pihaknya sudah menurunkan alat berat ke Hom-hom untuk melakukan normalisasi aliran air, namun di situ tempat pembuangan telah diperkecil dengan adanya pembangunan seperti rumah dan kandang Wam (ternak babi), bahkan dapur di atas drainase.
“Hal ini yang menyebabkan saluran air ini tersumbat dan akibatnya kalau hujan maka air ini tak bisa mengalir dan akan tumpah ke pemukiman warga yang lain,”ungkapnya Senin (13/3) kemarin.
Ia juga telah melakukan pembicaraan dengan warga yang memiliki kandang dan dapur di atas drainase untuk dibongkar agar segera dilakukan normalisasi.
“Sebelumnya ada penolakan, karena kita tahu warga yang tinggal di situ tak hanya dari Jayawijaya, tapi sudah campur, sehingga kita sulit, dulu petugas kita mau kerja, tapi selalu diancam,”bebernya.
Pihaknya memastikan, banjir ini terjadi karena saluran air atau drainase yang besar dari Honelama dan Sosial, kini semakin kecil karena masyarakat bangun dapur dan kandang.
“Tadi dari PU sudah survey, kalau kita bisa perbesar maka kita akan perbesar lagi supaya dampak banjir tidak terjadi banjir lagi,”pungkasnya.(jo/tho)
Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…
Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…
Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…
Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…
Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…