

WAMENA-Pembatalan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) tahun 2020, yang sudah menjadi even wisata budaya tahunan, bakal dirasakan dampaknya bagi dunia usaha, khusunya bidang pehotelan. Dipastikan akan mengurangi pendapatan mereka, karena selama ini setiap even budaya ini digelar banyak turis asing datang ke Wamena.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jayawijaya Adi Chandra mengakui keputusan pembatalan FBLB ini sangat besar dampaknya bagi perhotelan di Jayawijaya dan juga pariwisata. Sebab, PHRI hidup dari para turis baik itu lokal dan non lokal yang datang ke Wamena.
“Jika pemda membatalkan FBLB ini sangat berat bagi kami, namun karena ini menyangkut jiwa kami berharap ada solusi lain, artinya mungkin ada peralatan pendeteksi virus corona untuk para tamu yang datang,”ungkapnya Kamis (12/3) Kepada Cenderawasih pos via selulernya.
Ia menyatakan, mungkin dalam pemeriksaannya filternya dari bandara Jakarta, Bali yang hendak menuju ke Jayapura sehingga bisa dilakukan pemeriksaan berkali kali atau double Filter, sehingga tak bisa pemerintah langsung lockdown seperti ini dengan membatalkan iven tahunan tersebut.
“Kalau kita lockdown seperti ini, pengusaha hotel sangat merasakan efeknya, jujur kita juga masih punya tanggungan di bank, kalau tak ada omset atau pemasukan kasihan pengusaha hotel, dan karyawannya,”bebernya
Adi Chandra mengaku sangat besar dampaknya dan seperti musibah yang secara internasional dan Nasional juga, contoh seperti Hotel Baliem Pilamo menjelang pelaksanaan FBLB semua kamar telah dibooking.
“Artinya sudah 100 persen okupansi untuk bulan Agustus, yang jadi masalah telah dilakukan pembatalan dan larangan turis masuk, sehingga kami minta kebijakan. Mungkin keputusan pemberhentian FBLB ini harus dilihat 1-2 bulan kedepan, karena masih ada waktu dan mungkin ada vaksin yang ditemukan, sehingga tak bisa dibilang batal namun ada kemungkinan untuk tetap digelar lagi.”jelasnya. (jo/tri)
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…