Categories: PEGUNUNGAN

DO Pengiriman Beras Bulog Diduga Dipalsukan

WAMENA-Terbatasnya angkutan penerbangan dari Jayapura ke Wamena di tengah pandemi Covid-19 saat ini, nampaknya digunakan oknum tak bertanggungjawab untuk mengirimkan beras Bulog ke Wamena, agar mudah dan lancar dengan menggunakan Dokumen Operasional (DO) Palsu dari Bulog. 

Sudarsono ( FOTO: Denny/ Cepos)

  Kepala Kantor Cabang Pembantu Perum Bulog Wamena Sudarsono saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu dengan adanya DO palsu yang ditemukan aparat kepolisian di Bandara Wamena saat pesawat Cargo menurunkan beras dari Jayapura ke Wamen tersebut. 

   Sudarsono mengaku ia hanya mengetahui beras yang dikirimkan itu masuk ke Bulog, di luar dari itu atau pengadaan beras  secara komersil tak diketahuinya.“Kemungkina DO palsu yang ditemukan itu adalah pengadaan komersil, karena setiap beras  yang masuk untuk Bulog selalu disertakan dokuman yang asli dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Sudarsono, Sabtu (8/8) kemarin.

  Ia memastikan setiap beras yang didatangkan Bulog Wamena, ada pengangkut resmi dari perusahaan. Beras didatangkan dengan pernerbangan apa, itu terdata dengan baik oleh Bulog.  “Dari perusahaan kami ada penerbangan khusus yang telah dilakukan kontrak untuk mengangkut beras Bulog dari Jayapura, Merauke ke  Wamena ini sudah kami perhitungkan semuanya sehingga kalau beras milik kami dipastikan dokumennya asli.” tegas Sudarsono.

   Sudarsono mengaku juga telah melakukan kroscek kepada Bulog Jayapura. Dimana bisa dipastikan bahwa beras yang didatangkan dengan dokumen palsu itu bukan milik Bulog Wamena. “Saya sudah melakukan kroscek ke Jayapura  dan yang berwenang mengeluarkan DO mengaku jika tak pernah mengeluarkan dokumen itu,” ujar Sudarsono yang mengaku setuju jika aparat kemudian mengirim kembali beras dengan dokumen palsu tersebut ke Jayapura. 

   Ditegaskan Sudarsono, kalau pengadaan komersil milik bulog pasti dilengkapi dengan surat jalan dari kepala gudang tempat dikeluarkannya beras tersebut. Kalau tak ada dokumen itu jelas Bulog tidak tahu. “Kalau tak ada surat dari kepala gudang dan hanya ada DO, maka itu palsu dan dibuat sendiri karena kami juga sudah mengkonfirmasikan kepada pembuat DO itu,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

1 day ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

1 day ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

1 day ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

1 day ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

1 day ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

1 day ago