Categories: PEGUNUNGAN

Gagal Rebut Tas, Tangan Seorang Dosen Dibacok

WAMENA–Seorang  dosen Unaim Wamena atas nama Kartika (26), dilaporkan menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) saat dalam perjalanan pulang dari kampus menuju rumahnya, tepatnya di depan kompleks Perkebunan, Jalan Hom –hom Wamena, Kamis, (8/6).

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo SIK ketika dikondirmasi membenarkan adanya aksi Curas di Jalan Hom –hom, Kamis (8/06) pukul 17.00 WIT, di mana korbannya adalah seorang dosen.

“Kita masih lakukan penyelidikan terkait dua pelaku yang melakukan aksi pencurian dan kekerasan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian lengan kanan akibat terkena senjata tajam,”ungkapnya, Jumat,(8/6) kemarin.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian berawal saat korban hendak pulang ke rumahnya yang bertempat di Jalan Hom-hom, Kompleks Perkebunan, sekitar pukul 17.00 WIT, saat korban akan berbelok masuk ke arah rumah, tiba-tiba datang dari arah belakang 2 orang yang mengendarai motor Honda Megapro langsung menarik tas milik korban, korban sempat memberi perlawanan dengan menahan atau menarik tas miliknya.

“Karena korban melawan, pelaku mengayunkan parang dan mengenai tangan dan lengan korban, saksi yang melihat kejadian tersebut, berlari menuju korban dan membantu korban, kemudian warga sekitar juga ikut membantu, para pelaku yang melihat warga sekitar datang membantu, langsung melarikan diri dan tidak membawa tas milik korban,” jelas Kapolres.

Dikatakan, ketiga saksi yang melihat korban sudah terluka, kemudian membawa korban ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini korban dalam keadaan baik dan masih dalam pemulihan, pihaknya akan mengambil keterangan dari saksi yang membantu korban saat kejadian tersebut.

“Korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya, dan belum bisa dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut dikarenakan korban masih trauma, kita tunggu sampai korban dalam keadaan yang baik,” imbuh Kapolres.

  Diungkapkan, pelaku kejahatan selalu melihat warga yang membawa barang dan jalan sendirian, apalagi seorang wanita, tentunya langsung dijadikan sebagai calon korban dan diikuti dari belakang, apabila ada kesempatan maka para pelaku langsung melakukan aksinya, Mereka tak segan –segan melukai, apabila korbannya memberikan perlawanan.

“Aksi warga membantu korban ini patut diapresiasi, memang ini yang harus dilakukan dalam memberikan penekanan kepada pelaku kejahatan, artinya ada kepedulian sesama, apabila ada warga yang lain yang mengalami musibah seperti itu,”tutupnya. (jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga

Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…

20 hours ago

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Papua Selatan Hindari Silpa Dana Otsus

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…

20 hours ago

Dinilai Tidak Transparan, Ajak Masyarakat Papua Bergerak

  Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…

21 hours ago

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

21 hours ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

22 hours ago

Jaga Biosekuriti, Karantina Papua Tengah Awasi Pengeluaran 604 Ton CPO ke Surabaya

Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…

22 hours ago